Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sport»Atlet Taekwondo Kota Kupang Dikeluarkan dari SKO NTT, Keluarga Tempuh Jalur ‘MeJa Rakyat’
Sport

Atlet Taekwondo Kota Kupang Dikeluarkan dari SKO NTT, Keluarga Tempuh Jalur ‘MeJa Rakyat’

By Redaksi11 Juli 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Atlet Taekwondo Kota Kupang, Fernando Tibo Olla dan orang tua serta keluarga melaporkan pemberhentian oleh SKO NTT ke MeJa Rakyat (Foto: Ronis Natom/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Fernando Tibo Olla, atlet taekwondo perwakilan Kota Kupang, mendatangi MeJa Rakyat di Lantai I Kantor Gubernur NTT, Jumat, 11 Juli 2025 siang, didampingi Notaris, Boby Pakh.

Kunjungan ini dilakukan menyusul keputusan Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) NTT yang secara tiba-tiba mengeluarkan Fernando dari sekolah tersebut.

Boby Pakh, Notaris sekaligus mantan Ketua Tim Kuasa Hukum Paslon Melki-Johni di Pilgub NTT, mengungkapkan bahwa pihak keluarga tidak menerima keputusan tersebut dan memilih melaporkan kasus ini ke MeJa Rakyat.

“Mereka merasa janggal karena anak ini dikeluarkan dari SKO NTT. Kami meminta kepada Kepala Dinas, Gubernur dan Wagub untuk kalau bisa anak ini dikembalikan ke SKO,” ujar Boby.

Soleman Olla, ayah Fernando menjelaskan, anaknya dikeluarkan tanpa pemberitahuan resmi sebelumnya.

“Pada 4 Juli lalu, anak saya dikeluarkan secara tiba-tiba dari SKO. Tanpa pemberitahuan kepada kami selaku orang tua,” ujarnya.

Ia menambahkan, dirinya diundang ke SKO untuk menerima rapor, namun saat itu baru mengetahui keputusan pihak sekolah.

“Yang diundang cuma lima orang. Saat itu baru saya tahu kata mereka anak ini dikembalikan,” katanya.

Boby menyayangkan keputusan tersebut karena dianggap tidak sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Ia juga menyebut bahwa pihaknya sudah mengonfirmasi ke Cabang Olahraga (Cabor) Taekwondo NTT, namun pihak Cabor mengaku belum mengetahui keputusan pengeluaran Fernando dari SKO.

“Sudah konfirmasi ke Cabor terkait dikeluarkannya Nando ini dari SKO. Menurut pimpinan Cabor Taekwondo NTT, mereka belum tahu. Harusnya dikonfirmasi terlebih dahulu karena kita tidak bisa mengeluarkan anak ini begitu saja. Apalagi ini sekolah khusus untuk jadi atlet,” katanya.

Lebih lanjut, Boby menilai keputusan tersebut tidak logis, mengingat Fernando masuk ke SKO melalui proses seleksi yang ketat.

“Kalau memang dikeluarkan karena alasan satu dan dua hal tidak masuk akal, sebab anak ini masuk ke SKO melalui seleksi yang ketat,” ujarnya.

Fernando sendiri merupakan atlet berprestasi. Ia meraih medali emas pada kejuaraan taekwondo tahun 2019 dan 2023, yang kemudian mengantarkannya masuk ke SKO atas rekomendasi dari Cabor.

Menurut Boby, seharusnya pengumuman pengembalian Fernando ke sekolah umum disampaikan oleh Cabor kepada orang tua, bukan langsung oleh kepala sekolah.

“Orang tua diundang untuk terima rapor lalu kemudian mereka sampaikan anak ini dikembalikan untuk melanjutkan pendidikannya di sekolah umum,” katanya.

Boby menegaskan bahwa pihak keluarga tidak mempersoalkan pengeluaran Fernando dari SKO jika memang dilakukan sesuai aturan.

“Sebenarnya tidak masalah, kalau prosedurnya jelas. Sepengetahuan kami kalau sekolah mau ada atlet yang didegradasi tentu mereka harus gelar rapat bersama Cabor,” tukasnya.

Penulis: Ronis Natom

MeJa Rakyat NTT Taekwondo Taekwondo NTT
Previous ArticleSuhu Laut di Manggarai Diprediksi Terjadi Penguapan, Nelayan Reo: Yang Penting Jangan Hujan
Next Article Lima Atlet Termasuk Fernando Olla Didegradasi dari SKO NTT, Ini Penjelasan Kepala Sekolah

Related Posts

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Bursa Calon Ketua  Taekwondo NTT Menghangat, Empat Nama Mencuat Jelang Musprov 2026

2 Maret 2026

Ridwan Sujana Angsar Maju di Bursa Ketua Umum Taekwondo NTT Jelang Musprov

2 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.