Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sport»Anggota DPRD NTT Soroti Pemecatan Lima Atlet dari Sekolah Keberbakatan Olahraga
Sport

Anggota DPRD NTT Soroti Pemecatan Lima Atlet dari Sekolah Keberbakatan Olahraga

By Redaksi12 Juli 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Agustinus Nahak (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi Partai Golkar, Agustinus Nahak, angkat bicara terkait keputusan Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Provinsi NTT yang mengeluarkan lima atlet dari lembaga tersebut.

“Seharusnya kepala sekolah lebih bijak karena ini sekolah khusus terutama anak-anak yang memiliki prestasi bagus,” jelas Agus pada Jumat, 11 Juli 2025 malam.

Agustinus Nahak, yang juga menjabat sebagai Ketua MMA dan Sekretaris HAPKIDO Provinsi NTT menilai, jika alasan pemecatan karena prestasi akademik, maka fungsi SKO tidak berbeda dengan sekolah reguler.

“Jika anak-anak ini dikeluarkan karena prestasi akademik yang jelek, seharusnya tugas sekolah untuk memberikan tugas tambahan lain yang menunjang prestasi olahraganya. Jika prestasi akademik yang dijadikan patokan maka SKO sama seperti sekolah reguler,” ujar Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT itu.

Ia menambahkan bahwa kepala sekolah terlihat lebih berpatokan pada syarat formil, seperti tandatangan bersama orang tua. Menurutnya, seolah-olah jika anak tidak berprestasi pun tidak masalah, selama ada tandatangan tersebut.

Lebih lanjut, Agus menyoroti ketidakterlibatan induk cabang olahraga dalam proses pemecatan lima atlet tersebut, khususnya cabang Tae Kwon Do yang selama ini membina para atlet yang dikeluarkan.

“Apakah siswa ini sudah dikonsultasikan dengan induk cabang olahraga? Jika prestasi siswa SKO jelek, harus dicarikan jalan keluar, misalnya guru memberikan tugas tambahan atau ada pendampingan khusus,” tegasnya.

Agus berharap pihak sekolah dapat lebih arif dan bijaksana dalam mengambil keputusan, mengingat peran penting SKO dalam membina atlet berprestasi sejak dini.

Penulis: Ronis Natom

Agustinus Nahak Taekwondo Taekwondo NTT Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT
Previous ArticleDi Balik Letusan: Doa, Debu, dan Keteguhan Iman
Next Article Anggota TNI di Kupang Terbukti Bersalah dalam Kasus Asusila, Divonis 15 Bulan Penjara dan Dipecat

Related Posts

IPSI Manggarai Barat Lepas Delapan Atlet ke Kejurda Pencak Silat NTT di Ruteng

24 Juni 2026

Muskab PBVSI Sikka Tetapkan Rofinus Luer sebagai Ketua Umum Periode 2026–2030

13 Juni 2026

Tak Diunggulkan, Fastpay FC Melaju ke Perempat Final Turnamen Futsal Mbay I

12 Juni 2026
Terkini

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026

IPSI Manggarai Barat Lepas Delapan Atlet ke Kejurda Pencak Silat NTT di Ruteng

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.