Mbay, VoxNTT.com – Persoalan sampah masih menjadi tantangan utama di wilayah ibu kota Kabupaten Nagekeo, khususnya di Kota Mbay yang berada dalam wilayah administratif Kelurahan Danga.
Penanganan masalah ini dinilai membutuhkan kolaborasi yang lebih besar antara pemerintah daerah, DPRD, sektor swasta, dan masyarakat umum agar dapat diatasi secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Aktivitas masyarakat yang semakin meningkat, baik dari sisi pertambahan jumlah penduduk maupun perkembangan kawasan permukiman, turut menyumbang pada peningkatan volume sampah harian di Kota Mbay.
Lurah Danga, Yohanes Lado, menyampaikan bahwa produksi sampah di wilayah Kota Mbay mencapai rata-rata 5 ton per hari. Ia menilai belum adanya fasilitas pemusnah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) memperparah kondisi yang ada.
Ia mengibaratkan penanganan sampah yang tidak tuntas hanya akan memindahkan masalah dari satu lokasi ke lokasi lain.
“Di radius ibu kota, warga bisa menghasilkan sampah mencapai 5 ton per hari. Kalau tidak ditanggulangi dari hulu ke hilir, maka kita hanya memindahkan sampah dari satu tempat ke tempat yang lainnya,” ujar Lado yang akrab disapa Hans, Jumat, 18 Juli 2025.
Ia menambahkan, masalah utama bukan hanya pada tingginya produksi sampah, tetapi juga pada tahap akhir pengelolaannya. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Nagekeo belum memiliki insinerator sebagai alat pemusnah sampah di TPA.
Kondisi tersebut membuat sampah masih menumpuk di sejumlah titik, terutama di area drainase dan kawasan permukiman warga.
Program “Jumat Bersih” yang telah digalakkan pun belum mampu mengatasi masalah tersebut secara maksimal. Hans berharap kesadaran kolektif masyarakat dapat meningkat agar penanganan sampah menjadi tanggung jawab bersama.
Meski dihadapkan pada keterbatasan, upaya penanganan terus dilakukan. Pada Jumat siang, 18 Juli 2025, Lurah Danga bersama warga RT 13 menerima satu unit sepeda motor roda tiga bantuan dari PT Pelni (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR). Kendaraan bermesin 300 CC itu mampu mengangkut hingga 1 ton sampah.
Hans menilai bantuan tersebut sangat membantu mengingat keterbatasan armada pengangkut sampah di Kota Mbay. Selama ini, untuk kegiatan “Jumat Bersih”, warga masih menggunakan kendaraan pick up pribadi untuk mengangkut sampah ke TPA.
“Melalui Bapak Dewan Thomas Mega Maso, kami sangat berharap adanya penambahan satu atau dua unit lagi untuk alat transportasi sampah,” harapnya.
Ketua RT 23 Kelurahan Danga, Yanto Ly mengatakan, bantuan kendaraan pengangkut sampah ini merupakan hasil perjuangan Anggota DPR RI dari Partai NasDem, Julie Soetrisno Laiskodat, yang menggandeng PT Pelni.
Bantuan tersebut merupakan respon atas proposal permohonan yang telah diajukan sejak tahun 2024.
Serah terima kendaraan dilakukan di rumah Ketua RT 23 dan turut dihadiri oleh Anggota DPRD Nagekeo dari Partai NasDem, Thomas Mega Maso, Sekretaris DPD NasDem Nagekeo Petrus Nunu Ruto, serta Veronika Aja, Tenaga Ahli Julie Soetrisno Laiskodat untuk Kabupaten Nagekeo.
Penulis: Patrianus Meo Djawa

