Ruteng, VoxNTT.com – Sebanyak 32 tim sepak bola dari berbagai wilayah di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur ambil bagian dalam turnamen Fransiskus Xaverius (FX) Cup I yang resmi dibuka pada Minggu, 20 Juli 2025, di Lapangan Sepak Bola Poka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai.
Turnamen yang diselenggarakan oleh Paroki St. Fransiskus Xaverius Poka ini menjadi ajang unjuk gigi bagi tim-tim lokal, termasuk dua tim unggulan bertajuk “Duo Pasir” yakni Pasir Reo FC dari Kecamatan Reok, Manggarai, dan Pasir Putih FC dari Kota Borong, Manggarai Timur.
Pasir Reo FC, yang bermarkas di wilayah paling utara Kabupaten Manggarai, lahir dari semangat warga Reok sejak tahun 1950. Dikenal dengan julukan “Singa Pantura”, tim ini kembali menunjukkan eksistensinya di ajang tarkam setelah sebelumnya juga merumput di Kecamatan Wae Ri’i pada tahun 2023.
Sementara di sisi timur, Pasir Putih FC tampil dengan kekuatan penuh di bawah asuhan legenda Persematim, Rojas. Tim ini sudah berpengalaman mengikuti turnamen antarkampung di berbagai kabupaten di Pulau Flores. Laga perdana mereka di FX Cup I melawan Gapura FC menandai langkah awal dalam kompetisi ini.
Kedua tim kini bersaing di grup berbeda, yakni Pasir Reo FC di Grup C bersama Alumni Sanpio FC, Ranggi Junior FC, dan Bangka Jong FC; sedangkan Pasir Putih FC bergabung di Grup H bersama Gapura FC, Gowa FC, dan San Giusepe FC.
Turnamen Bernuansa Rohani dan Sosial
FX Cup I dibuka secara resmi oleh Pastor Paroki Poka, RD Ferdy Suardin, serta dihadiri sejumlah tokoh penting seperti Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu, Ketua Askab Lambertus Paput, Wakapolres Manggarai, dan sejumlah pimpinan OPD lainnya.
Menurut RD Ferdy, turnamen ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan bagian dari gerakan solidaritas untuk penggalangan dana pembangunan Kapela Stasi Nggori — wilayah pelayanan rohani Paroki Poka yang saat ini membutuhkan dukungan dalam penyediaan sarana ibadah yang layak.
“Dengan membuka turnamen ini,” kata RD Ferdy.
“Panitia ingin menghadirkan ruang kolaborasi dan solidaritas lintas batas. Sepak bola dipilih sebagai sarana karena memiliki kekuatan untuk mempersatukan banyak sportivitas dan kepedulian.”
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk merasa menjadi bagian dari Paroki Poka sepanjang turnamen berlangsung.
“Selamat bergabung 32 tim, inilah Paroki Poka rumah kita bersama. Jadilah orang Poka yang bisa menjaga ketertiban dan keamanan karena kita datang bukan hanya untuk berkompetisi atau merebut juara, tetapi memanfaatkan momen ini untuk merajut tali kasih,” pesannya.
Dukungan Pemerintah Daerah
Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya menjaga sportivitas dan menjadikan turnamen ini sebagai wahana mempererat persaudaraan.
“Kalau ada pengalaman yang tidak menyenangkan di sini sebelumnya atau di tempat-tempat lain biarkan itu jadi pengalaman saja, jangan mengulangi pengalaman-pengalaman itu di sini, pada turnamen FX Cup I,” ujar Fabianus di hadapan para peserta dan penonton yang memadati lapangan.
Ia juga menyinggung dampak positif turnamen terhadap perekonomian lokal. “Di keliling lapangan ini nantinya juga dibangun stan-stan UMKM yang bisa melayani kebutuhan pemain, terutama penonton selama kegiatan berlangsung,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia berharap turnamen ini mampu melahirkan bibit-bibit unggul dalam sepak bola Manggarai.
“Dan, tentu kita akan merasa puas, merasa bangga ketika turnamen ini mampu melahirkan bibit-bibit baru dan kenyamanan masing-masing tim,” kata Fabianus.
Penulis: Berto Davids

