Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Produksi Jagung dan Padi di NTT Meningkat, Dinas Pertanian Sambut Program Swasembada Pangan
Regional NTT

Produksi Jagung dan Padi di NTT Meningkat, Dinas Pertanian Sambut Program Swasembada Pangan

By Redaksi25 Juli 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Penyampaian pers, data statistik tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan tahun 2024 dan 2025 (Foto: Ronis Natom/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, VoxNTT.com – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Joaz Willy Oemboe Wanda menyatakan, pihaknya terus menyambut dan mempercepat agenda Presiden Prabowo Subianto yakni swasembada pangan di NTT.

“Dan ini juga bagian dari upaya mendukung program Gubernur NTT yang diterjemahkan  poin  yakni Dari Ladang ke Laut menuju Pasar,”  jelas Joaz, Jumat, 25 Juli 2025 siang.

Joaz bilang, Gubernur NTT Melki Laka Lena sudah memberikan penekanan untuk kolaborasi.

“Kita terus membangun kolaborasi dengan  BPS, Baperinda dan Badan Pupuk Indonesia,” ujarnya.

Pada saat pertemuan dengan dinas pertanian kabupaten dan kota se-NTT yang digelar di Hotel Aston Kupang, Joaz juga memaparkan hasil produksi berbagai jenis tanaman holtikultura di NTT.

Joaz merinci, jika hasil produksi  Bawang merah sebanyak  874 ton pada Tahun 2025 akan tetapi mengalami penurunan 161 ton dari tahun sebelumnya.

“Itu karena luas tanam yang menurun.
Kebanyakan petani bawah merah dalam skala kecil. Harga benih cukup mahal. Kalau kita mau usaha bawang merah maka daya beli masyarakat harus meningkat,” ujarnya.

Sementara,  produksi bawang putih meningkat. Menurut Joaz hal itu karena penamaan bawang putih  bersifat program.

“Kita ini kawasan sentra benih bawang putih masih skala kecil, meskipun begitu punya kualitas yang sangat bagus,” uangnya.

Joaz menjelaskan, produksi berbagai sektor perkebunan dan pertanian para petani di NTT  trend adanya peningkatan di tahun 2025.

“Januari sampai  Bulan Juli 2025  saja sudah mendekati Tahun 2024 keseluruhan. Puji Tuhan tahun ini hujan cukup baik, dulu daerah yang tidak tanam padi karena kekeringan tapi sekarang sudah mulai menanam,” ujarnya.

“Harapan kita memang untuk padi harus mengalami peningkatan. Setiap tahun kita harap supaya tidak impor,” imbuhnya.

Sementara, Ketua Tim statistik Produksi BPS NTT, Nurani Vita Christiani, menjabarkan jika Produksi padi dan jagung terjadi kenaikan.

Vita menyebut jika produksi padi Tahun 2025 sebanyak 39,38 persen. Luas panen Januari sampai April 2025 sekitar 50,44 ribu hektare.

“Luas panen jagung januari-desember 2024 mengalami peningkatan produksi sebesar 7,20 persen. Luas panen -januari-april 2025 dibandingkan 2024 dengan bulan yang sama naik sebesar 24,76 persen,” ujanya.

Dinas pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, menurut Joaz, berupaya bekerja semaksimal mungkin agar target swasembada pangan secara nasional bisa tercapai.

Meskipun begitu, ia berharap kolaborasi di berbagai sektor termasuk dengan pembangunan irigasi pertanian sampai dengan pengairan ke lahan pertanian petani terus dilakukan semaksimal mungkin.

Penulis: Ronis Natom

Gubernur NTT Melki Laka Lena Presiden Prabowo Subianto
Previous ArticlePemkab Manggarai Beri Penghargaan kepada Wahana Visi Indonesia atas Komitmen Kembangkan Sekolah Ramah Anak
Next Article SAR Maumere Lakukan Pencarian KM Mulya Abadi yang Hilang Kontak di Laut Flores 

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.