Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Tradisi Kuda HUS di Rote Ndao: Dari Ritual Leluhur menuju Warisan Budaya Resmi
NTT NEWS

Tradisi Kuda HUS di Rote Ndao: Dari Ritual Leluhur menuju Warisan Budaya Resmi

By Redaksi3 Agustus 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tim peneliti hadir langsung saat ritual kuda HUS di Rote Ndao (Foto: Dok. Pribadi/ HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Rote, VoxNTT.com – Tradisi HUS di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, kembali menggeliat. Sebuah ritual sakral yang menyatukan kekuatan spiritual, nilai estetika, dan potensi ekonomi lokal ini menjadi objek penelitian tim dosen dari Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang).

Pada 25 Juli 2025 lalu, Dusun Ngenuoen, Desa Mundek, Kecamatan Loaholu, menjadi saksi bangkitnya kembali tradisi HUS.

Dalam ritual itu, kuda-kuda hias tampil gagah mengelilingi arena berbentuk lingkaran, diiringi silat kampung dan tarian kebalai.

Bagi masyarakat Rote, HUS bukan sekadar tontonan. Ia adalah ekspresi spiritual dan sosial yang sarat makna.

Tokoh-tokoh adat seperti Simson Hanas, Simon Sa’u, dan Mus Mboe menyebut HUS sebagai simbol budaya inklusif, berbeda dengan kuda pacuan yang kompetitif sifatnya.

Estetika, Kesehatan, dan Nilai Ekonomi Kuda HUS

Kehadiran para peneliti dari Politani Kupang menyoroti bagaimana tradisi ini telah mengangkat derajat kuda Rote.

Ia tak lagi dipandang semata sebagai hewan pekerja, melainkan simbol budaya dengan nilai ekonomi tinggi.

“Estetika budaya memberi nilai jual tambahan,” ujar Melkianus Dedimus Same Randu, peneliti utama dari Politani Kupang kepada Voxntt.com, Minggu, 3 Agustus 2025.

Melkianus, akrab disapanya, menjelaskan  kuda HUS kini dinilai dari segi keindahan dan keartistikan. Namun, menurutnya, performa di arena tetap membutuhkan kesiapan fisik dan manajemen pemeliharaan yang baik.

“Namun, untuk tampil optimal di arena yang menuntut stamina tinggi, kuda HUS harus dipersiapkan secara fisik dengan manajemen pemeliharaan yang baik,” katanya.

Rekan peneliti lainnya, Maria K. Deko dan Cipta K. N. Zebua menambahkan, pentingnya pemberian pakan berkualitas untuk mendukung ketahanan kuda selama pertunjukan.

“Dengan perpaduan antara estetika budaya dan manajemen pemeliharaan yang tepat, kuda HUS tidak hanya tampil memukau, tetapi juga menjadi aset ekonomi yang nyata bagi masyarakat Rote,” jelas Maria.

Politani Kupang Turun ke Lapangan

Tim peneliti Politani Kupang hadir langsung di lokasi pelaksanaan HUS. Tim ini terdiri atas Melkianus D. S. Randu, Yori R. Menoh, Maria K. Deko, Cipta K. N. Zebua, serta Gregorius Batafor.

Penelitian ini juga mendapat dukungan dari akademisi muda Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Mario Firmansyah.

Kehadiran mereka bukan sekadar observasi, melainkan bentuk kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya.

Setelah kegiatan berlangsung, tim peneliti mengadakan diskusi terbatas bersama Komunitas Kuda HUS Rote Ndao.

Penggagas komunitas seperti Mesak Zadrak Lonak, Eran H. Sipa, dan tokoh lainnya menyuarakan kegelisahan mereka akan minimnya regenerasi dan dokumentasi tradisi ini.

Dalam diskusi yang juga dihadiri anggota DPRD Rote Ndao, Mikael Manu dan Adrianus Pandie, mengemuka wacana pembentukan lembaga resmi untuk mengawal pelestarian, pelatihan, serta pewarisan budaya HUS.

“Kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi?” tegas Mikael Manu.

Ketua tim peneliti asal Politani Kupang saat melakukan riset tentang kuda HUS Rote Ndao (Foto: Dok. Pribadi/ HO)

Simbol Keabadian dalam Arena Lingkaran

Salah satu aspek paling menonjol dalam HUS adalah bentuk arena yang melingkar.

Menurut Mesak Zadrak Lonak, yang juga Ketua Komisi I DPRD Rote Ndao, bentuk itu bukan tanpa makna.

“Seperti cincin, tak ada ujung dan pangkal,” ujarnya.

Bentuk lingkaran itu disebut sebagai simbol persaudaraan dan keabadian, merepresentasikan semangat kolektif masyarakat Rote yang tak lekang oleh zaman.

Deddy Randu menekankan pentingnya langkah konkret untuk melindungi HUS sebagai warisan budaya.

Timnya berkomitmen menyusun buku, menerbitkan artikel ilmiah, dan mendorong proses legalisasi tradisi ini.

“Tradisi HUS ini harus segera dipatenkan sebagai bagian sah dari identitas budaya orang Rote Ndao, termasuk berbagai atributnya, sebelum terlambat,” ujarnya penuh semangat.

Yori R. Menoh, peneliti yang juga putra daerah Rote Ndao, melihat HUS sebagai titik temu antara seni, sejarah, dan ekonomi.

Menurutnya, kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah dapat menjadikan HUS sebagai bagian dari pilar pariwisata berkelanjutan.

“Tradisi ini bukan sekadar pertunjukan. Ia adalah titik tolak pengakuan jati diri orang Rote,” tukasnya.

Penulis: Ronis Natom

Kuda HUS Politani Kupang Rote Ndao
Previous ArticlePolres Matim Tangkap Empat Terduga Pelaku Pencurian Porang dan Speaker Aktif di Desa Nanga Labang
Next Article Sopir Truk di Ruteng Terpaksa Tidur dalam Mobil Demi Antre Solar

Related Posts

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.