Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Menyingkap Pandangan Kang Dedi Mulyadi tentang Makna Kemerdekaan
Gagasan

Menyingkap Pandangan Kang Dedi Mulyadi tentang Makna Kemerdekaan

By Redaksi17 Agustus 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Prof. Dr. Drs. Fransiskus Bustan, M.Lib
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Fransiskus Bustan

Dosen Universitas Nusa Cendana

Kemerdekaan adalah salah satu khasanah kata atau istilah yang hampir selalu hadir dan digunakan dalam tata pergaulan kita di tengan masyarakat setiap hari. Meski demikian, ketika kita disuguhkan dengan sebuah pertanyaan informatif, Apa itu kemerdekaan? Maka jawaban yang diberikan niscaya beragam.

Keberagaman jawaban atas pertanyaan itu terjadi kata atau istilah kemerdekaan memang dapat diartikan berbeda sesuai kekhususan konteks yang melatari kehadiran dan penggunaannya.

Tulisan ini menyingkap sekilas pandangan Kang Dedi Mulyadi yang akrab disapa dengan singkatan KDM sebagai Gubernur Provinsi Jawa Barat tentang makna kemerdekaan yang disampaikan melalui pidato politiknya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-80.

Meskipun kelompok sasaran sebagai pihak penerima pesan komunikasi melalui pidato politiknya itu adalah masyarakat Jawa Barat, pandangan KDM tentang makna kemerdekaan bertalian erat dengan tuntutan kebutuhan bangsa Indonesia secara keseluruhan akan tatanan kehidupan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera, sesuai yang tertera dan termaktub dalam UUD 1945.

Sebagaimana disinyalir melaui teks pidato politik KDM, kemerdekaan bukan sekedar khasanah konsep yang bertujuan untuk membebaskan bangsa Indonesia dari kungkungan penjajahan yang sudah berlangsung selama sekian abad.

Sesuai konteks yang melatari kehadiran dan penggunaannya, menurut KDM, kemerdekaan dimaknai sebagai jalan menuju kemajuan, jalan menuju kedaulatan, dan jalan menuju keadilan.

Kristalisasi makna kemerdekaan itu semakin dipertegas lagi dengan pandangan lanjutannya yang menyatakan hanya manusia merdeka yang bisa menikmat hidup bahagia.

Pemaknaan kata atau istilah kemerdekaan yang dikemukakan KDM dalam pidato politiknya itu bukan sekedar pemanis bahasa berupa penggunaan perangkat retorika melalui diksi atau pilihan kata agar pidato politik yang dikumandangkannya dengan alunan suara bernada lantang itu mengandung keindahan bentuk dalam struktur mukaan yang mengundang kenikmatan inderawi ketika disimak.

Pemaknaan KDM tentang kemerdekaan sebagai jalan menuju kemajuan, jalan menuju kedaulatan, dan jalan menuju keadilan dilatari pada realitas faktual yang meronai situasi dan kondisi kehidupan sebagaian besar warga masyarakat Jawa Barat yang masih terkungkung dalam berbagai kerangkeng ketertinggalan.

Selain masih terkungkung dalam kerangkeng ketertinggalan mengenyam kemajuan, mereka juga masih terkungkung dalam kerangkeng ketertinggalan menikmati kedaulatan dan kerangkeng ketertinggalan merasakan keadilan.

Karena itu, dengan merujuk pada realitas faktual berkenaan dengan beberapa kerangkeng ketertinggalan itu sebagai basis argumentasi, tidak heran jika KDM berani melakukan gebrakan kebijakan publik yang fenomenal dan rada kontroversial dalam tataran tertentu jika tidak dicermati secara saksama arah yang menjadi tujuan dan muara yang ingin dicapai.

Terlepas dari adanya silang pandangan dan sengketa pendapat sebagian kalangan, gebrakan kebijakan publik yang digagas KDM dilatari pada rasa cinta dan kasih terhadap sesama manusia.

Karena itu, tidak heran jika KDM sering mengocek pundi-pundinya sendiri untuk menunjang kelancaran proses dan mekanisme pelaksanaan programnya.

Semua itu dilakukan KDM secara sadar dan penuh rasa tanggung jawab demi meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat banyak dan rakyat kebanyakan di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat yang dinakodainya.

Lagi-lagi, semua itu merupakan manifestasi dalam tataran operasional akan makna kemerdekaan sebagai jalan menuju kemajuan, jalan menuju kedaulatan, dan jalan menuju keadilan yang dikumandangkan KDM dalam pidato politiknya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-80.

Semoga kita bisa belajar dari gaya kepemimpinan KDM jika kita ditunjuk dan dipercayakan menjadi pemimpin publik dengan selalu berupaya melalui berbagai bentuk dan cara mengedepankan kepentingan rakyat banyak dan rakyat kebanyakan dari pada kepentingan sendiri dan keluarga.

Meskipun tidak semudah membalikkan telapak tangan, kita bisa mencobanya mulai dari hal-hal kecil karena kecil itu indah, sebagaimana kata pepatah Inggris, Small is beautiful.

Frans Bustan Fransiskus Bustan Prof Frans Bustan
Previous ArticleDPD PAN Manggarai Gelar Penghormatan Bendera Merah Putih dalam Rangka HUT ke-80 RI
Next Article Angka Kemiskinan, Pengangguran hingga Stunting Masih Tinggi di Manggarai Barat

Related Posts

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.