Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Padma Indonesia Desak Polres Kupang Transparan Usut Tuntas Kematian Dokter Abraham Taufiq
HUKUM DAN KEAMANAN

Padma Indonesia Desak Polres Kupang Transparan Usut Tuntas Kematian Dokter Abraham Taufiq

By Redaksi18 Agustus 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Dewan Pembina Padma Indonesia, Gabriel Goa
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Lembaga Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia mendesak aparat Polres Kupang, agar mengusut secara tuntas dan jujur kasus kecelakaan maut yang menewaskan dr Abraham Taufiq.

Dokter yang dikenal mengabdi di wilayah perbatasan NKRI dan Timor Leste itu meninggal dunia usai mobil yang ditumpanginya ditabrak oleh kendaraan milik anggota DPRD NTT, Obed Naitboho.

Ketua Dewan Pembina Padma Indonesia, Gabriel Goa mengecam keras ketimpangan penegakan hukum yang kerap terjadi di Indonesia, khususnya dalam kasus yang melibatkan elite politik dan pejabat.

“Fakta membuktikan penegakan hukum di Indonesia menajam ke bawah terhadap wong cilik dan menumpul ke atas kongkalikong kaum kuat kuasa, kuat modal dan oknum pejabat aparat penegak hukum,” tegas Gabriel dalam keterangan yang diterima media, Senin, 18 Agustus 2025.

Ia juga menyoroti lambannya penanganan perkara yang melibatkan pihak berpengaruh, jika dibandingkan dengan penanganan terhadap rakyat biasa.

“Berkaitan perkara hukum dengan pelaku rakyat biasa cepat sekali proses penanganannya tetapi terkait kaum kuat kuasa dan kaum kuat modal yang dibeking oknum pejabat aparat penegak hukum prosesnya lamban dan berbelit-belit,” tambahnya.

Sebelumnya, sebagaimana dilaporkan oleh DetikBali pada 18 Juni 2025, mobil Mitsubishi Pajero berpelat DH 1371 CD milik Obed Naitboho, anggota DPRD NTT dan mantan Bupati TTS, terlibat dalam kecelakaan di Jalan Timor Raya Km 58, Desa Ekateta, Fatuleu, Kabupaten Kupang.

Mobil tersebut bergerak dengan kecepatan tinggi dan menabrak Suzuki Katana yang ditumpangi dr Abraham Taufiq (45) dan bidan Modesta Uak (33).

Kasat Lantas Polres Kupang, AKP Firamudin, menjelaskan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.00 Wita pada Senin, 16 Juni 2025, dan baru dilaporkan keesokan harinya.

Ia menyebut bahwa sopir pribadi Obed Naitboho menjadi tersangka dan saat ini masih dalam pengejaran. Obed selamat dalam kejadian tersebut.

Namun, Gabriel menilai ada banyak kejanggalan dalam penanganan kasus ini. Ia menuntut agar penyelidikan benar-benar mengungkap siapa pelaku utama di balik kecelakaan maut ini.

Ia pun menyatakan, pertama, mendesak Kapolres Kupang untuk mengusut tuntas dan menproses hukum pelaku utama tabrakan maut dan tragis tersebut.

“Apakah sopir yang ditetapkan tersangka atau ada orang lain yang membawa mobil ugal-ugalan ngebut di jalan dan mengabaikan keselamatan pengguna jalan dan penumpang,” ujar Gabriel.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti dugaan perilaku tidak etis Kasat Lantas Polres Kupang terhadap keluarga korban, khususnya kepada seorang dokter perempuan yang hendak mencari informasi terkait perkembangan kasus.

Kedua, Gabriel mendesak Kapolres Kupang untuk menindak tegas Kasat Lantas Polres Kupang yang diduga kuat telah melecehkan bahkan menginjak-injak harkat dan martabat keluarga korban yang sedang berduka.

“Yakni seorang dokter perempuan yakni yang meminta keterangan resmi terkait penanganan perkara pidana Almarhum dokter Abraham,” tambahnya.

Gabriel bahkan mengungkap dugaan rekam jejak buruk oknum Kasat Lantas tersebut yang sebelumnya pernah bermasalah hukum terhadap perempuan saat bertugas di Polres Sikka.

Ia menyatakan dukungan penuh terhadap keluarga dr Abraham yang saat ini sedang melakukan investigasi secara mandiri untuk mencari keadilan.

Ketiga, Padma Indonesia menyampaikan duka mendalam kepada keluarga besar Almarhum dokter Abraham.

Padma juga mendukung total keluarga besar yang bersama-sama melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap pelaku lainnya yang diduga kuat “diamankan”.

“Kami doakan Almarhum dokter Abraham Bahagia Abadi di Rumah Bapa di Surga dan keluarga besar yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan,” tutupnya. [VoN]

Dokter Abraham Taufiq Gabriel Goa Padma PADMA Indonesia Polres Kupang
Previous ArticleLelaki yang Kehilangan Pundaknya
Next Article Anak 10 Tahun di Matim Menjadi Korban Pemerkosaan Orang Tak Dikenal

Related Posts

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Polres Manggarai Berhasil Ungkap Kasus Pencurian dan Kekerasan di Langke Rembong

2 Maret 2026

FP NTT Sebut Kunjungan ke Sumba Sosialisasi PMI, Kapolres Sumba Barat Membantah

2 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.