Mbay, VoxNTT.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Vinsensius Kopo (40), warga Batawa, Desa Wolokisa, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo.
Vinsensius dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat mesin bor tangan di dapur rumahnya sendiri pada Senin, 18 Agustus 2025, sore.
Sebelum dimakamkan, pada Rabu, 20 Agustus 2025 kemarin, keluarga sempat menyaksikan darah segar keluar dari hidung dan telinga almarhum.
Jenazah kemudian dikebumikan di dekat pusara ibundanya, persis di samping rumah keluarga.
Hingga kini, pihak keluarga masih belum mengetahui secara pasti penyebab kematian mendadak tersebut.
Salah satu kerabat menceritakan, peristiwa itu terjadi ketika keluarga tengah sibuk mempersiapkan bale-bale untuk perayaan penerimaan sakramen komuni pertama anak Vinsensius yang dijadwalkan akan digelar pada 30 Agustus 2025 mendatang.
Sore itu, Vinsensius dan istrinya sebenarnya hendak berangkat ke Mbay untuk mengundang keluarga besar yang lain untuk menghadiri acara tersebut.
Namun, sembari menunggu sang istri bersiap-siap, ia sempat memberi makan ternak babi, lalu menghampiri para sepupu yang sedang bekerja di dapur.
Melihat sepupunya menggunakan mesin bor, Vinsensius penasaran dan mencoba memegang alat tersebut. Kakak sepupunya, Alfons Pisu, bahkan sempat melarang ketika ia hendak mengambil bor.
Namun nahas, saat Alfons mencolokkan kabel daya ke stopkontak, mesin bor yang digenggam Vinsensius langsung hidup.
Kaget, tubuhnya pun terpental ke belakang dan diduga sempat membentur tiang bambu. Meski sempat bangun, tak lama kemudian ia kembali jatuh tengkurap dan tak sadarkan diri.
Keluarga segera melarikan Vinsensius ke Puskesmas Maukeli, namun nyawanya sudah tidak tertolong. Awalnya, mereka menduga almarhum meninggal akibat sengatan listrik.
Namun dugaan itu diragukan setelah pemilik mesin bor, Adi Gula, mencoba menyalakan alat tersebut dan berfungsi normal tanpa masalah.
Vinsensius meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.
Penulis: Patrianus Meo Djawa

