Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Wakapolres Manggarai Barat Pimpin Upacara Peringatan Hari Juang Polri 2025
HUKUM DAN KEAMANAN

Wakapolres Manggarai Barat Pimpin Upacara Peringatan Hari Juang Polri 2025

By Redaksi22 Agustus 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakapolres Manggarai Barat, Kompol Martinus Pake menjadi inspektur upacara peringatan Hari Juang Polri Tahun 2025 di Halaman Mapolres Manggarai Barat pada Kamis, 21 Agustus 2025
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, VoxNTT.com – Wakapolres Manggarai Barat, Kompol Martinus Pake, memimpin upacara peringatan Hari Juang Polri Tahun 2025 yang digelar di Halaman Mapolres Manggarai Barat, Kamis, 21 Agustus 2025.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut diikuti oleh seluruh anggota Polres Manggarai Barat dengan mengusung tema “Dengan Semangat Hari Juang, Polisi untuk Masyarakat Menuju Indonesia Maju.”

Peringatan Hari Juang Polri ini merujuk pada Surat Keputusan Kapolri Nomor: Kep/95/I/2024 tentang Hari Juang Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang menetapkan tanggal 21 Agustus sebagai momen penting dalam sejarah Polri.

Dalam amanatnya, Kompol Martinus menegaskan, Hari Juang Polri merupakan peringatan atas peristiwa bersejarah ketika Polisi Istimewa menyatakan kesetiaannya kepada Negara Republik Indonesia pada tahun 1945.

“Hari ini, kami memperingati Hari Juang Polri. Peringatan ini membuktikan Polri hadir dalam sejarah perjuangan bangsa. Tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, Polri juga menjadi bagian dari garda terdepan dalam mempertahankan kemerdekaan di masa awal republik,” kata Martinus.

Ia menjelaskan, penetapan 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri berakar dari sejarah panjang perjuangan kepolisian dalam mempertahankan kemerdekaan.

Kompol Martinus juga mengenang peran penting Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin dalam sejarah tersebut.

Pada 21 Agustus 1945, sekitar pukul 07.00 WIB, di halaman Markas Polisi Istimewa Surabaya, Moehammad Jasin membacakan Proklamasi Polisi sebagai wujud kesetiaan kepada Republik Indonesia.

Isi dari Proklamasi Polisi tersebut adalah:
“Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perdjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945 dengan ini menjatakan Poelisi sebagai Poelisi Repoeblik Indonesia.”

Usai membacakan proklamasi, Moehammad Jasin bersama anggota Polisi Istimewa melakukan pawai siaga untuk menunjukkan kesiapan tempur menghadapi reaksi Jepang. Mereka juga menyebarkan pamflet Proklamasi Polisi dan melakukan pelucutan senjata terhadap tentara Jepang, kemudian membagikannya kepada para pejuang kemerdekaan.

Peristiwa heroik tersebut turut menginspirasi perjuangan di berbagai daerah, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi, Jambi, Palembang, Jakarta, Jawa Barat, dan Yogyakarta.

“Ini menjadi momentum seluruh polisi di negeri ini bersatu dengan nama Polisi Republik Indonesia yang melawan penjajah dan berjuang mempertahankan kemerdekaan RI pada berbagai peristiwa bersejarah seperti Hari Pahlawan 10 November 1945, Pertempuran 5 hari di Semarang pada 15–19 Oktober 1945, Bandung Lautan Api 23 Maret 1946, dan Hari Penegakan Kedaulatan Nasional 1 Maret 1949,” jelasnya.

Kompol Martinus menambahkan bahwa peringatan ini menjadi sarana untuk mengenang perjuangan para anggota Polri dalam memperjuangkan kemerdekaan serta menjaga keamanan negara.

“Hal ini sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu Polri yang gigih dan tulus dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia,” tutur Komisaris Polisi itu.

Ia juga menekankan bahwa Polri merupakan bagian dari rakyat dan lahir dari masyarakat, sehingga turut ambil bagian dalam perjuangan kemerdekaan bangsa.

“Peringatan ini menegaskan posisi polisi sebagai bagian dari kekuatan rakyat dalam mempertahankan kedaulatan bangsa,” sebutnya.

Kompol Martinus pun mengajak seluruh anggota Polri menjadikan Hari Juang Polri sebagai refleksi untuk meningkatkan komitmen dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Hari Juang Polri bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi refleksi bagi kami untuk terus memperkuat komitmen dalam mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutup Kompol Martinus.

Penulis: Sello Jome

Mabar Manggarai Barat Polres Mabar
Previous ArticleKoordinasi Tata Ruang Dinilai Krusial untuk Pembangunan Berkelanjutan Labuan Bajo
Next Article Restu Ayah Terbayar di Kargo Peti Jenazah

Related Posts

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.