Mbay, VoxNTT.com – Bantuan kemanusiaan bagi korban banjir bandang di Kabupaten Nagekeo mulai mengalir tiga hari pasca-bencana. Sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, air bersih, telur ayam, mie instan, dan bahan pangan lainnya disalurkan ke dapur umum yang berlokasi di Kantor Camat Mauponggo.
DPD Partai NasDem Kabupaten Nagekeo menjadi pihak pertama yang mendistribusikan bantuan. Partai tersebut menyalurkan satu ton beras, puluhan rak telur ayam, air bersih, air mineral kemasan, serta mie instan.
Penyaluran bantuan turut dihadiri Bupati Nagekeo periode 2019–2023, dr. Johanes Don Bosco Do, bersama sejumlah kader Partai NasDem Nagekeo, di antaranya Petrus Nunu Ruto dan Veronika Aja.
Tiga anggota DPRD Nagekeo dari Partai NasDem, yakni Lukas Y. M. P. Boleng, Anton Sukadame Wangge, dan Thomas Mega Maso, juga ikut hadir.
Mereka menyempatkan diri melayat ke rumah keluarga korban yang meninggal dunia sekaligus menyerahkan bantuan secara langsung.
Bantuan juga datang dari luar Kabupaten Nagekeo. SMA Katolik Regina Pacis Bajawa, Kabupaten Ngada, menjadi satu-satunya lembaga pendidikan yang menyalurkan bantuan langsung ke lokasi bencana.
Kepala sekolah Herdin Ndiwa memimpin rombongan guru dan OSIS menyerahkan bantuan berupa mie instan, air mineral kemasan, serta uang santunan hasil donasi guru dan siswa.
Selain itu, Herdin bersama para guru dan siswa turut menghadiri pemakaman Achiles Agustinus Busa Jago, balita berusia 13 bulan yang menjadi korban keempat banjir bandang setelah ditemukan oleh Tim Basarnas dan TNI.
Namun, pantauan VoxNTT.com di lokasi menunjukkan penanganan bencana oleh Pemerintah Kabupaten Nagekeo masih terkesan lamban.
Hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah daerah yang disalurkan langsung ke lokasi bencana.
Dapur umum yang disediakan pun ditempatkan di Kantor Camat Mauponggo, lokasi yang jauh dari titik pengungsian maupun area terdampak banjir.
Sementara itu, upaya pencarian korban hilang masih dilakukan oleh Tim Basarnas dan TNI tanpa didampingi BPBD Kabupaten Nagekeo.
Penulis: Patrianus Meo Djawa

