Mbay, VoxNTT.com – Proses evakuasi menggunakan ekskavator di Jembatan Teodhae 2 Kabupaten Nagekeo pada Minggu, 14 September 2025, cukup menyita perhatian warga. Pasalnya, alat berat milik Dinas PUPR Kabupaten Nagekeo menemukan satu potong pakaian dalam (bra) wanita di lokasi penggalian.
Tak hanya itu, warga sekitar juga mencium aroma tak sedap di sekitar lokasi. Bau menyengat tersebut memicu kerumunan warga yang berbondong-bondong mendatangi area penggalian. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti dari mana sumber bau tersebut berasal.
Memasuki hari keenam pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Mauponggo pada Senin, 8 September 2025, masih ada tiga korban jiwa yang belum ditemukan. Sementara itu, lima korban lainnya sudah ditemukan dan dimakamkan.
Dampak paling berat yang kini dirasakan masyarakat adalah kelangkaan air bersih. Longsor dan banjir merusak sumber mata air serta jaringan pipa distribusi.
Kosmas Lawa Bagho, Anggota DPRD dari Perindo berujar, pemerintah dituntut untuk segera melakukan penanganan bencana alam jangka menengah yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pangan, mengingat sistem drainase dan bendungan yang mengairi sawah warga juga mengalami kerusakan parah.
Kosmas juga mendesak agar Pemerintah Kabupaten Nagekeo segera mendirikan Pos Sentral penyajian informasi bencana guna menekan kesimpangsiuran informasi bencana termasuk segera merilis jumlah pasti kerugian harta benda warga.
“Ketiadaan posko informasi di lokasi bencana membuat kita semua kesulitan memperoleh data dan infornasi akurat,” tuturnya.
Berdasarkan informasi sementara dari Camat Mauponggo, sebanyak 35 unit rumah di Desa Sawu telah rusak tersapu banjir.
Penulis: Patrianus Meo Djawa

