Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Korban Jiwa Banjir Bandang Nagekeo Bertambah Jadi 9 Orang
Regional NTT

Korban Jiwa Banjir Bandang Nagekeo Bertambah Jadi 9 Orang

By Redaksi14 September 20251 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ayah korban bersama Mbulang Lukas serta anggota keluarga lain menunggu kedatangan jenazah Ermelindis di Kampung Sawu, Kecamatan Mauponggo, Minggu, 14 September 2025 (Foto: Patrianus Meo Djawa/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, VoxNTT.com – Ermelindis Co’o Tu (37), warga Desa Sawu akhirnya meninggal dunia setelah dirawat secara intensitas di Rumah Sakit Umum Daerah Aeramo, Minggu, 14 September 2025.

Kematian Ermelindis menambah daftar korban meninggal dunia menjadi 9 orang akibat banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Mauponggo, pada Senin sore, 8 September 2025.

Ermelindis sebelumnya turut diterjang banjir bandang bersama saudara laki-lakinya Eligius Sopi Bela (34), ayah dari balita perempuan Maria Condriani Febrian Nua Kio yang masih berusia 7 bulan serta Ibu Mertua Eligius, Fancelina Meli Boa (60) yang saat ini telah dikuburkan.

Ermelindis sempat mendapat perawatan medis di Puskesmas Mauponggo selama dua malam. Karena kondisinya yang kian kritis, Almarhumah kembali dirujuk ke RSUD Aeramo pada Rabu, 9 September 2025 malam, bersamaan dengan prosesi penguburan tiga anggota keluarga lain dalam rumah itu.

Rofinus Mere, ayah Ermelindis juga masih terus meratapi kematian dua anak dan cucunya itu.

Saat ini jenazah Ermelindis masih berada di RSUD Aeramo. Jenazah akan segera dibawa ke kampung halamannya di Desa Sawu untuk dimakamkan.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Banjir Nagekeo Kabupaten Nagekeo Nagekeo
Previous ArticleWarga Cium Aroma Tak Sedap Dekat Jembatan Teodhae 2, Penggalian Ekskavator Temukan Bra Wanita
Next Article Kompak Indonesia Desak Kapolri Usut Lambannya Penanganan Kasus oleh Polres Lembata

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026
Terkini

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.