Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Warga Cium Aroma Tak Sedap Dekat Jembatan Teodhae 2, Penggalian Ekskavator Temukan Bra Wanita
Regional NTT

Warga Cium Aroma Tak Sedap Dekat Jembatan Teodhae 2, Penggalian Ekskavator Temukan Bra Wanita

By Redaksi14 September 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ribuan warga menyaksikan proses penggalian di lokasi bencana setelah ekskavator menemukan satu pakaian dalam wanita atau bra di sekitar area yang dipenuhi bau tak sedap di Jembatan Teodhae 2, Kecamatan Mauponggo, Minggu, 14 September 2025 (Foto: Patrianus Meo Djawa/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, VoxNTT.com – Proses evakuasi menggunakan ekskavator di Jembatan Teodhae 2 Kabupaten Nagekeo pada Minggu, 14 September 2025, cukup menyita perhatian warga. Pasalnya, alat berat milik Dinas PUPR Kabupaten Nagekeo menemukan satu potong pakaian dalam (bra) wanita di lokasi penggalian.

Tak hanya itu, warga sekitar juga mencium aroma tak sedap di sekitar lokasi. Bau menyengat tersebut memicu kerumunan warga yang berbondong-bondong mendatangi area penggalian. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti dari mana sumber bau tersebut berasal.

Memasuki hari keenam pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Mauponggo pada Senin, 8 September 2025, masih ada tiga korban jiwa yang belum ditemukan. Sementara itu, lima korban lainnya sudah ditemukan dan dimakamkan.

Dampak paling berat yang kini dirasakan masyarakat adalah kelangkaan air bersih. Longsor dan banjir merusak sumber mata air serta jaringan pipa distribusi.

Kosmas Lawa Bagho, Anggota DPRD dari Perindo berujar, pemerintah dituntut untuk segera melakukan penanganan bencana alam jangka menengah yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pangan, mengingat sistem drainase dan bendungan yang mengairi sawah warga juga mengalami kerusakan parah.

Kosmas juga mendesak agar Pemerintah Kabupaten Nagekeo segera mendirikan Pos Sentral penyajian informasi bencana guna menekan kesimpangsiuran informasi bencana termasuk segera merilis jumlah pasti kerugian harta benda warga.

“Ketiadaan posko informasi di lokasi bencana membuat kita semua kesulitan memperoleh data dan infornasi akurat,” tuturnya.

Berdasarkan informasi sementara dari Camat Mauponggo, sebanyak 35 unit rumah di Desa Sawu telah rusak tersapu banjir.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Banjir Nagekeo Kabupaten Nagekeo Nagekeo
Previous ArticleKementerian PUPR Targetkan Pekerjaan Jembatan Teodhae 1 dan 2 Rampung Pekan Depan
Next Article Korban Jiwa Banjir Bandang Nagekeo Bertambah Jadi 9 Orang

Related Posts

Reses di Manggarai Timur, Siena Katarina Bantu Pembangunan Gereja Stasi Bangka Jari

1 Juli 2026

Puluhan Tahun Bertaruh Nyawa, DPRD Desak Jembatan Permanen di Wae Musur

30 Juni 2026

Imigrasi Labuan Bajo Periksa Dokumen WNA dalam Operasi Gabungan di Manggarai

30 Juni 2026
Terkini

Masyarakat Harus Gunakan Lahan untuk Porang, Bukan untuk Tambang

1 Juli 2026

Reses di Manggarai Timur, Siena Katarina Bantu Pembangunan Gereja Stasi Bangka Jari

1 Juli 2026

Satreskrim Polres Mabar Selesaikan Kasus Penipuan Wisatawan Malaysia lewat Restorative Justice

1 Juli 2026

Puluhan Tahun Bertaruh Nyawa, DPRD Desak Jembatan Permanen di Wae Musur

30 Juni 2026

Imigrasi Labuan Bajo Periksa Dokumen WNA dalam Operasi Gabungan di Manggarai

30 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.