Mbay, VoxNTT.com – Karel, salah satu dari empat ekor anjing pelacak yang diterjunkan Mabes Polri dan Polda NTT, memberikan petunjuk terkait keberadaan tiga korban banjir bandang di Kabupaten Nagekeo.
Pada Minggu, 21 September 2025, sore menjelang malam, sekitar pukul 18.30 Wita, Karel menggonggong di sekitar bongkahan batu besar di muara Kali Lowo Koke, berjarak kurang lebih 50 meter dari Jembatan Watu Dhoge, Kelurahan Mauponggo.
Seorang anggota polisi menyebutkan, akurasi sinyal yang diberikan Karel terhadap keberadaan korban mencapai sekitar 80 persen.
“Karel memang anjing pelacak yang sering ditugaskan dalam upaya pencarian tim SAR,” ujarnya.
Hingga pukul 22.00 Wita, belasan petugas TNI dan Polri masih terus melakukan penggalian menggunakan sekop dan linggis. Mereka berupaya mengangkat material batu dan pasir di lokasi tersebut, dengan bantuan penerangan dari genset yang disediakan warga secara sukarela.
Kapolres Nagekeo, AKBP Rachmat Muchamad Salihi, tampak berada di lokasi bersama anggotanya untuk memantau langsung proses pencarian.
Sementara itu, Polres Nagekeo tengah berupaya memobilisasi alat berat jenis ekskavator guna mempercepat proses penggalian material.
Penulis: Patrianus Meo Djawa

