Ruteng, VoxNTT.com – Angka kemiskinan di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami penurunan sebesar 0,91 persen berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada Maret 2025 lalu.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Manggarai, Yosef Danu mengatakan, dengan turunnya angka kemiskinan 0,91 persen ini, maka tingkat kemiskinan di Kabupaten Manggarai juga turun menjadi 18,10 persen, lebih rendah dari 19,01 persen pada Maret 2024.
Tak hanya angka kemiskinan yang mengalami penurunan, jumlah penduduk miskin di wilayah itu juga berkurang menjadi 2571 orang, dibawah angka Provinsi NTT.
Yosef menjelaskan, pada Maret 2025 lalu, rata-rata garis kemiskinan Kabupaten Manggarai tercatat sebesar Rp.472.888 per kapita per bulan.
Garis kemiskinan tersebut dihitung berdasarkan pengeluaran kebutuhan dasar rumah tangga, baik makanan maupun non makanan.
Sementara indeks kedalaman kemiskinan (P1) Maret 2025, kata Yosef, meningkat sebesar 0,69 persen dari 2,88 persen pada Maret 2024.
Selain itu indeks keparahan kemiskinan (P2) juga mengalami peningkatan pada periode yang sama, yakni sebesar 0,34 persen dari 0,66 persen pada Maret 2024.
“Ini menunjukan bahwa rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan sedikit melebar dan ketimpangan distribusi pengeluaran di antara penduduk miskin sedikit meningkat,” jelas Yosef kepada VoxNtt.com, Jumat, 26 September 2025 di Ruteng.
Yosef menambahkan, bila dibandingkan dengan tingkat kemiskinan di Provinsi NTT secara umum, pada Maret 2025 tingkat kemiskinan Provinsi yang dipimpin Gubernur Melki Laka Lena itu sebesar 18,60 persen.
Namun dari 18,60 persen itu terdapat 12 Kabupaten yang tingkat kemiskinannya di bawah angka itu, termasuk Manggarai, sementara 10 Kabupaten lainnya memiliki tingkat kemiskinan di atas angka Provinsi NTT itu.
Tingkat kemiskinan tertinggi tercatat di Kabupaten Sumba Tengah sebesar 29,23 persen, sedangkan tingkat kemiskinan terendah terdapat di Kota Kupang, yakni hanya 7,57 persen.
Dengan angka itu, Kota Kupang menjadi satu-satunya Kabupaten/Kota di Provinsi NTT yang tingkat kemiskinannya di bawah angka nasional yang sebesar 8,47 persen.
Penulis: Berto Davids

