Ruteng, VoxNTT.com – Badan Pusat Statistik (BPS) memperingati Hari Statistik Nasional (HSN) ke-65 pada Kamis, 26 September 2025. Peringatan ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk refleksi atas peran penting statistik dalam pembangunan nasional. HSN merujuk pada pengesahan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik.
Di Kabupaten Manggarai, Kepala BPS Yosef Danu membacakan amanat Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, yang menekankan pentingnya menjaga integritas, inovasi, profesionalisme, dan semangat cinta statistik sebagai dasar dalam menghasilkan data berkualitas dan berdampak.
“Karena itu dengan rasa syukur dan bahagia saya mengucapkan Selamat Hari Statistik Nasional yang ke-65 kepada seluruh insan statistik, baik di Manggarai maupun di seluruh tanah air. Mari kita bersama-sama membangun statistik dan terus menjadikan BPS sebagai lembaga terdepan, terpercaya dan terbaik,” ujar Yosef, membacakan amanat Amalia.
Yosef menegaskan, peringatan HSN bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan tonggak penting dalam sejarah perkembangan statistik nasional.
Menurutnya, kemajuan statistik Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kontribusi semua pihak, mulai dari pegawai BPS, mitra statistik, responden, hingga masyarakat luas.
“Mari kita jadikan data sebagai dasar perencanaan, pengambilan keputusan, dan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” lanjutnya.
“Statistik bukan sekadar angka tetapi cerminan realitas yang mampu membawa perubahan menuju Indonesia yang lebih sejahtera, adil, dan maju.”
Tahun ini, peringatan HSN juga menjadi bagian dari rangkaian menuju World Statistics Day (WSD) yang akan diperingati pada 20 Oktober 2025.
Yosef menyebutkan, WSD dirayakan setiap lima tahun sekali, dan tema tahun ini adalah “Driving Change With Quality Statistics and Data For Everyone.”
“Tema ini selaras dengan semangat kita di Indonesia yang memaknai statistik bukan sekedar angka, melainkan sebagai kompas pembangunan bangsa dan sebagai fondasi penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran berbasis data,” katanya.
Yosef juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh insan statistik, terutama para pegawai dan mitra BPS di lapangan yang kerap menghadapi tantangan ekstrem dalam menjalankan tugas.
Ia menyinggung sejumlah insiden yang menggambarkan risiko tersebut, seperti tenggelamnya KM Barcelona di Laut Talise, Sulawesi Utara, yang nyaris menewaskan pegawai BPS Kabupaten Talaud, serta kecelakaan motor di Bima, NTB, yang merenggut nyawa seorang mitra statistik.
“Pengorbanan dan dedikasi ini telah menunjukan betapa beratnya upaya para pejuang statistik yang terus bekerja keras memastikan kualitas data yang dikumpulkan dan menyajikannya untuk bangsa dan negara,” tutur Yosef.
“Hasil perjuangan tersebut terbukti telah membuat statistik Indonesia terus relevan, tumbuh dan memberi makna.”
Selain itu, Yosef mengumumkan sejumlah capaian penting BPS selama tahun 2025: pertama, Gold Winner Kategori Public Relations dan Bronze Winner Kategori Social Media di ajang Makaravox UI PR Awards 2025. Kedua, Lead Country in Study on Small Area Implementation in ASEAN. Ketiga, 2025 Geo SDG Awards for GEO Member Country. Keempat, Akreditasi “Unggul” untuk seluruh program studi dan institusi Politeknik Statistika STIS.
Menurutnya, capaian ini adalah hasil nyata dari komitmen BPS dalam menghasilkan data yang berkualitas dan berdampak nyata bagi kebijakan nasional.
Namun begitu, Yosef mengingatkan agar seluruh insan statistik tidak cepat puas. Perubahan global dan perkembangan teknologi menuntut transformasi dalam cara kerja lembaga statistik nasional.
“BPS harus berani bertransformasi agar tetap relevan dan mampu menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.
Adapun tema HSN tahun ini adalah “Statistik Berdampak untuk Indonesia Maju”, yang mencerminkan harapan agar data tidak hanya dikumpulkan, tapi benar-benar digunakan untuk mendorong pembangunan yang inklusif, efektif, dan berkelanjutan.
Penulis: Berto Davids

