Labuan Bajo, VoxNTT.com – Pemerintah Desa Orong, Kecamatan Welak dengan tegas siap menjadi supplier telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Manggarai Barat.
Hal itu dilakukan untuk menjawab persoalan yang ada di Manggarai Barat terkait telur untuk program MBG yang masih didatangkan dari luar daerah.
Kepala Desa Orong, Stefanus Hadur menjelaskan, usaha ayam petelur yang dilakukan desa dikelola oleh BUMDes Maju Bersama Orong.
“BUMDes dibentuk sejak bulan Maret Tahun 2025 dan setelah pengurus dibentuk kami sepakat untuk adakan MusDes penetapan jenis unit usaha akhirnya kami lebih memilih usaha Ayam petelur mengingat program pak presiden MBG,” ujar Fano sapaan Stefanus saat dikonfirmasi VoxNtt.com, Jumat, 03 Oktober 2025
“Kami tambah semangat karena Regulasi perintahkan semua Desa untuk DD 20% wajib dikelola oleh BUMDes,” lanjut dia.
Fano menjelaskan, jumlah ayam petelur sejak bulan juni hingga sekarang total induknya 170 ekor. Dan bulan November mendatang ini, induknya akan mencapai 300 ekor
Dengan jumlah induk yang ada kata Fano, BUMDes bisa menghasilkan 160 butir per hari atau jika dihitung per papan bisa menghasilkan 4 sampai 5 papan.
Kendati demikian jumlah angka ini kata Fano belum ada keuntungan. Karena hasil dari penjualan telur tersebut masih dalam hitungan pengembalian modal.
“Keuntungan sekarang kami katakan belum ada karena masih dalam kembalikan modal usahanya. Pemasukan uang selama 3 bulan Juni-Juli-Agustus sekitar 30 jutaaan karena September belum evaluasi dan seterusnya,” ujarnya
Fano menyebut, dalam proses pemasaran tersebut, pihaknya tidak memiliki kendala. Hanya saja, yang menjadi masalah pihaknya tidak memiliki kendaraan untuk pendistribusian. Kendati demikian hingga kini semua yang memesan telur datang sendiri di BUMDes Maju Bersama Orong
Dengan jumlah telur yang dihasilkan kata Fano, dirinya optimis pihaknya bisa menjadi supplier telur untuk program MBG di Manggarai Barat.
“Kalau awal Januari 2026 kami siap,” tegasnya
Fano juga berharap agar Pemkab harus manfaatkan usaha yang ada di desa-desa. Karena tahun ini, kata dia, banyak Desa yang sudah memulai membuat program usaha ayam petelur.
“Masukan dari kami kalau bisa kita stok telur dari desa-desa. Jangan ambil dari luar kabupaten,” pintanya
Penulis: Sello Jome

