Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Padma Indonesia Ajak Semua Pihak Selamatkan Anak-anak NTT dari Jaringan Perdagangan Orang
Human Trafficking NTT

Padma Indonesia Ajak Semua Pihak Selamatkan Anak-anak NTT dari Jaringan Perdagangan Orang

By Redaksi2 November 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Dewan Pembina Padma Indonesia, Gabriel Goa
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Ketua Dewan Pembina PADMA Indonesia Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia, Gabriel Goa, menyerukan kolaborasi lintas sektor untuk menyelamatkan anak-anak Nusa Tenggara Timur (NTT) dari ancaman serius jaringan perdagangan orang yang terus terjadi di wilayah tersebut.

“Mari bersama kita selamatkan anak-anak NTT dari jaringan Perdagangan Orang NTT,” tegas Gabriel Goa, Mingg, 2 November 2025.

Gabriel menyoroti bahwa meski Presiden Joko Widodo dan Komnas HAM telah secara terbuka menyatakan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam kondisi Darurat Human Trafficking, namun hingga kini belum tampak adanya sense of emergency dan aksi nyata negara dalam menangani masalah tersebut secara serius.

“Sejak Presiden Jokowi dan Komnas HAM menyatakan ke publik bahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur Darurat Human Trafficking, hingga kini belum ada sense of emergency dan aksi nyata negara serius bicarakan agenda solusi atasi darurat Human Trafficking NTT,” ujarnya.

Menurutnya, solusi konkret harus segera diambil melalui kolaborasi pentahelix, yaitu sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, masyarakat sipil, dan komunitas. Gabriel merinci tiga langkah strategis yang perlu segera dilakukan:

Pertama, meluncurkan Program GEMA HATI MIA (Gerakan Masyarakat Anti Human Trafficking dan Migrasi Aman).
Kedua, memperkuat Advokasi Kebijakan Publik (AKP), termasuk revisi UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), pembentukan SK Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO, serta penyusunan Perda dan Perdes yang fokus pada pencegahan dan penanganan perdagangan orang.

Ketiga, penyiapan kompetensi calon pekerja migran melalui Balai Latihan Kerja (BLK) profesional dan pendidikan vokasi, serta pengurusan administrasi legal melalui Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA).

Gabriel menegaskan pentingnya dukungan semua pihak, mulai dari Presiden, Kementerian Hukum dan HAM, BP2MI, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Sosial, LPSK, Polri, TNI, DPR RI, DPD RI, hingga pemerintah daerah di NTT.

Ia juga menyoroti peran Bank NTT agar dapat menjadi Bank Remitansi bagi pekerja migran asal NTT, baik yang bekerja di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Bank NTT harus diperjuangkan menjadi Bank Remitansi dari pekerja migran asal NTT yang bekerja di Indonesia dan di mancanegara, menjadi nasabah Bank NTT sekaligus bersama Bank NTT bebaskan NTT dari kemiskinan dan human trafficking karena NTT darurat human trafficking dan provinsi kategori 3T,” ujar Gabriel.

Gabriel juga mengajak semua elemen bangsa untuk bersatu dalam upaya kemanusiaan ini.

“Mohon dukungan dan doa untuk selamatkan anak-anak NTT. Stop bajual orang NTT!” tegasnya. [VoN]

Gabriel Goa Human Trafficking PADMA Indonesia
Previous ArticleBhabinkamtibmas Lelak Gelar “Sabtu Tulis”, Program Unik Bangun Kedekatan dengan Warga
Next Article Kejari Manggarai Fokus Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung CSSD dan Laundry RSUD Ruteng

Related Posts

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

FP NTT Sebut Kunjungan ke Sumba Sosialisasi PMI, Kapolres Sumba Barat Membantah

2 Maret 2026

PADMA Desak Usut Dugaan Keterlibatan Oknum Polda NTT dalam Jaringan TPPO

28 Februari 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.