Ruteng, VoxNTT.com – Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, mencatat sedikitnya 535 Orang dengan HIV (ODHIV) sedang berada dalam pendampingan tenaga kesehatan di wilayah tersebut.
Dari jumlah itu, 13,4 persen tercatat telah meninggal, 29 persen tidak mengambil obat, dan 57 persen tidak aktif menjalani perawatan.
“Mereka tersebar di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur,” ujar Sekretaris KPAD Kabupaten Manggarai, Kosmas Takung, Selasa, 18 November 2025.
Kosmas menjelaskan, selama ini KPAD melakukan program penyadaran melalui siaran radio, sosialisasi ke sekolah-sekolah, dan talkshow, baik dari sisi pencegahan maupun penanganan HIV/AIDS. Meski demikian, ia mengakui perlunya tambahan anggaran agar kegiatan sosialisasi dapat diperluas.
Menurut Kosmas, operasional KPAD bersumber dari DPA Dinas Kesehatan Manggarai. Pada tahun 2024, KPAD menerima Rp150 juta, sedangkan pada 2025 anggaran turun menjadi Rp75 juta.
“Uang itu untuk biaya operasional kantor, honor dan gaji pegawai serta kegiatan lainnya,” terang Kosmas.
Ia menambahkan, Sekretariat KPAD selama ini juga berfungsi sebagai rumah singgah bagi ODHIV yang datang mengambil obat di RSUD Manggarai. Para pasien yang berasal dari Manggarai Timur juga memanfaatkan fasilitas tersebut.
“Termasuk yang datang dari Manggarai Timur, kami menyediakan rumah singgah untuk mereka karena di sana belum ada KPAD,” tutur Kosmas.
KPAD Manggarai berencana memperingati Hari AIDS Sedunia pada 1 Desember 2025 dengan sejumlah kegiatan edukatif.
“Hari itu kami berencana melakukan giat talkshow dan giat lainnya,” kata Kosmas.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Manggarai, Gabriel Amir membenarkan KPAD Manggarai menerima dana Rp150 juta pada 2025.
Namun, anggaran semester pertama tidak dapat dicairkan karena pengukuhan pengurus baru baru dilakukan pada Agustus 2025 oleh Bupati Manggarai.
“Alasannya karena pada semester satu, beberapa tenaga diganti. Ada yang mengundurkan diri, ada yang telah menjadi PNS sehingga perlu diganti,” jelas Gabriel.
Penulis: Berto Davids

