Ruteng, VoxNTT.com – Kompetisi marketing digital yang diselenggarakan PT Panorama Alam Flores (PT-PAF) di Kampus Universitas Katolik (Unika) St. Paulus Ruteng telah berlangsung selama kurang lebih 21 hari. Ajang tersebut merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama antara PT-PAF dan Unika Ruteng yang ditandatangani pada 27 Oktober 2025.
Salah satu syarat kompetisi adalah peserta wajib memiliki akun TikTok dengan minimal 1.000 pengikut untuk dapat memasarkan produk Trujiva milik PT-PAF melalui platform tersebut. Selain berpeluang meraih keuntungan penjualan, tiga peserta dengan capaian penjualan tertinggi juga berkesempatan memperoleh beasiswa penuh senilai Rp15 juta.
Namun, minat mahasiswa/i Unika Ruteng terhadap kompetisi ini masih jauh dari harapan. Data PT-PAF menunjukkan bahwa hingga hari ke-21, jumlah peserta yang bergabung baru mencapai 228 orang dari target 500 peserta. Bahkan, tidak semua peserta yang terdaftar berpartisipasi aktif dalam kompetisi.
Public Relation PT-PAF, Adrian Pantur mengungkapkan rendahnya jumlah peserta yang benar-benar melakukan penjualan.
“Yang aktif berkompetisi dan berhasil closing order masih dibawa angka 10. Ini tentu belum mencapai target,” katanya, Sabtu, 29 November 2025.
Adrian tidak menjelaskan penyebab minimnya minat mahasiswa, namun ia membeberkan beberapa nama peserta yang telah mencatatkan capaian closing order signifikan, yakni Maria Prisilia Jehadu (19), Yosima Ayuni Gandut (21), Nadia Natania (21), dan Natalia Anjelina Suryati (20). Keempatnya tercatat telah mencapai penjualan sekitar 30 persen dari total produk yang dipasarkan.
Jehadu, mahasiswi program studi PGSD, mencatat closing order sebanyak 51 produk dengan affiliate income sebesar Rp258.000. Gandut dari program studi Sosial Ekonomi Pertanian menutup penjualan 41 produk dengan pendapatan sebesar Rp266.000.
Sementara Natania, juga dari program studi Sosek Pertanian, meraih penjualan 32 produk dengan komisi Rp247.000. Adapun Suryati, mahasiswi PGSD yang tergolong pendatang baru, berhasil menjual 10 produk.
Di sisi lain, Direktur PT-PAF, Selvian Sendo, menilai pentingnya penanaman jiwa kewirausahaan sejak dini di kalangan mahasiswa. Menurutnya, hal tersebut menjadi bekal penting sebelum memasuki dunia kerja.
“Dunia kerja menuntut kesiapan yang matang dari para pencari kerja, sehingga kompetisi yang sedang berjalan ini dapat membentuk semangat wirausaha di kalangan mahasiswa,” ujar mantan Kepala BRI Unit Reo itu.
Selvian menegaskan bahwa PT-PAF hadir untuk mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki jiwa enterpreneur yang kuat dan siap bersaing.
Penulis: Berto Davids

