Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Kebun Watu Mori Farm Dorong Pertanian Berbasis Pelestarian Ekosistem Lingkungan
Ekbis

Kebun Watu Mori Farm Dorong Pertanian Berbasis Pelestarian Ekosistem Lingkungan

By Redaksi15 Desember 20254 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPR RI, Benny Kabur Harman saat ikut menanam durian super premium di kebun Watu Mori Farm (Foto: Tangkapan layar video pendek akun TikTok Yondri)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, VoxNTT.com – Kebun Watu Mori Farm yang berlokasi di Dusun Melo, Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, terus dikembangkan pengelolanya.

Kebun yang kebanyakan berisi durian premium ini digagas oleh Anggota DPD RI, Stevi Harman. Dia adalah anak sulung dari Anggota DPR RI, Benny Kabur Harman.

Konsep pengelolaan Kebun Watu Mori Farm tidak hanya berfokus pada aktivitas menanam, tetapi juga pada upaya menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan secara menyeluruh.

Pendekatan ini menempatkan pelestarian alam sebagai inti dari kegiatan pertanian yang dijalankan.

Benny Harman berkata, kegiatan yang dilakukan tidak berhenti pada penanaman pohon semata.

“Jadi kami tidak sekadar menanam pohon. Inti utamanya adalah menjaga sistem ekologi, lingkungan,” ujarnya dikutip dari video pendek akun TikTok Yondri.

Benny kemudian menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan demi keberlanjutan hidup manusia.

“Jagalah lingkungan bumi kita berpijak dan masa depan kita akan lebih baik kalau kita menjaga lingkungan,” kata Wakil Ketua Umum DPP Demokrat itu.

Konsep yang diusung Kebun Watu Mori Farm ini sejalan dengan upaya mendorong pertanian berkelanjutan yang tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang.

Watu Mori Farm, sebuah kawasan agrowisata durian pertama di NTT. Jaraknya sekitar 10 kilometer dari Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat.

Kebun ini menawarkan pengalaman unik, yakni pengunjung dapat memetik dan menikmati durian langsung dari pohonnya.

Perkebunan ini membentang di lahan seluas kurang lebih 25 hektare. Ribuan pohon durian tumbuh di antara bukit-bukit kecil, dengan buah yang tampak bergelantungan, mulai dari yang siap panen hingga yang masih berbunga.

Lanskap hijau dan udara pegunungan yang sejuk membuat kawasan ini menyerupai harmoni pedesaan yang tenang, lengkap dengan suara burung, serangga, serta hewan ternak seperti ayam, kambing, kuda, kerbau, babi, dan sapi.

Ketika memasuki area kebun, aroma khas durian langsung menyergap. Jalur berkelok yang mengitari perkebunan memperlihatkan panorama alam yang elok, ditambah kabut tipis yang menyelimuti perbukitan pada pagi hari.

Di siang hari, mentari terasa menyengat, namun suasana tetap sejuk berkat pepohonan yang rimbun.

Watu Mori Farm menyediakan sejumlah titik foto berlatar hamparan pohon durian, punggung gunung berkabut, dan pemandangan senja dari puncak bukit.

Pengunjung tidak dipungut biaya masuk, namun kunjungan dilakukan melalui tiga paket utama yang disediakan perkebunan.

Pertama, paket menikmati enam jenis durian premium langsung dari pohonnya. “Hanya di Kebun Watu Mori Farm para pengunjung akan merasakan sensasi melahap durian langsung dari pohonnya,” demikian konsep yang ditawarkan pengelola.

Varietas yang tersedia antara lain musang king, bawor, monthong, namlung, super tembaga, dan ochee.

Kedua, menikmati makanan di Resto Say Se’i di pusat Kota Labuan Bajo. Restoran ini menyajikan hidangan se’i, daging asap khas NTT, dengan bahan produksi langsung dari kebun. Tautan petunjuk lokasi disediakan oleh pihak pengelola.

Ketiga, fasilitas menginap di Hotel Parlezo, yang juga berada di pusat kota. Hotel ini disiapkan untuk pengunjung Watu Mori Farm yang ingin menikmati wisata Labuan Bajo secara lengkap.

Selain agrowisata durian, kebun ini juga melayani kebutuhan hewan ternak seperti kambing, babi, dan ayam. Pengunjung yang membutuhkan dapat melihat langsung ternak di kandang yang telah disediakan.

Perjalanan menuju Watu Mori Farm dapat ditempuh sekitar 15–20 menit dari Labuan Bajo menggunakan motor atau mobil.

Pengelola menyebut musim panen berlangsung pada Oktober hingga Maret, periode terbaik menikmati durian premium sambil bersantai bersama keluarga, pasangan, atau sahabat.

Penggagas, Stevi Harman berkomitmen mengembangkan pertanian holistik yang berkelanjutan dan berdampak bagi generasi muda.

Dengan visi “Terwujudnya perusahaan pertanian yang terintegrasi”, Watu Mori Farm menjadi pelopor pertanian ekologis di wilayah tersebut.

Fokus pengembangan tidak hanya pada produksi pertanian, melainkan juga peternakan dan perikanan.

Pengelolaan kebun turut mendorong pengembangan sumber daya manusia, membuka lapangan kerja bagi generasi muda NTT, menyediakan ruang praktik kerja lapangan (PKL), serta mendukung perekonomian petani sekitar.

Dalam sektor peternakan, hasil ternak dimanfaatkan bukan hanya sebagai sumber daging, tetapi juga untuk pembuatan pupuk kompos, yang ikut melestarikan metode pertanian tradisional masyarakat lokal.

Watu Mori Farm kini menjelma menjadi destinasi wisata sekaligus model praktik pertanian berkelanjutan di NTT. [VoN]

Benny Harman Benny K Harman Benny Kabur Harman BKH Kebun Watu Mori Farm Watu Mori Farm
Previous ArticleDinilai Diskriminatif, BKH Janji Perjuangkan Beasiswa PIP Universitas Muhamadiyah Maumere
Next Article Kades Golo Kantar Bantah Pilih Kasih dalam Proyek Air Minum Bersih

Related Posts

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Perkuat Kedamaian dalam Bingkai Toleransi, Benny Harman Buka Puasa Bersama Umat Muslim di Labuan Bajo

27 Februari 2026

Kapal Pesiar Mewah Bawa 1.300 Turis Singgah di Kupang, Travel Agen Siapkan Tiga Destinasi

23 Februari 2026
Terkini

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.