Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Benny Harman Ingatkan Pilkada Langsung Kehendak Rakyat, 97,5 Persen Publik Tolak Dikembalikan ke DPRD
NASIONAL

Benny Harman Ingatkan Pilkada Langsung Kehendak Rakyat, 97,5 Persen Publik Tolak Dikembalikan ke DPRD

By Redaksi30 Desember 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Benny K Harman (Foto: Dok. Ardy Abba)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, VoxNTT.com – Politisi Partai Demokrat, Benny K. Harman, kembali menyuarakan pentingnya mempertahankan mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung oleh rakyat.

Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Benny menyatakan, aspirasi publik merupakan mandat tertinggi yang tidak boleh diabaikan oleh para pembuat kebijakan.

Dalam unggahan tersebut, ia menyertakan data grafis hasil survei dari lembaga Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) periode Mei 2022.

Secara garis besar, grafik tersebut menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia menginginkan pemilihan kepala daerah dilakukan secara langsung oleh rakyat, bukan melalui DPRD.

Sebab ada dukungan yang hampir mutlak dari masyarakat agar mereka tetap bisa memilih pemimpin daerahnya secara langsung.

Terdapat 97,5 persen tingkat persetujuan masyarakat terhadap pernyataan gubernur, bupati, dan wali kota harus dipilih langsung oleh rakyat.

Hanya sebesar 2,2 persen masyarakat yang tidak setuju dan sangat tidak setuju gubernur, bupati, dan wali kota harus dipilih langsung oleh rakyat.

Kemudian, hanya 15,4 persen tingkat persetujuan masyarakat terhadap pernyataan sebaliknya, yaitu gubernur, bupati, dan wali kota tidak dipilih langsung oleh rakyat melainkan oleh anggota DPRD.

Sebaliknya, mencapai 82,5 persen masyarakat tidak setuju dan sangat tidak setuju gubernur, bupati, dan wali kota tidak dipilih langsung oleh rakyat melainkan oleh anggota DPRD.

Artinya mayoritas responden menolak jika hak pilih mereka ditarik dan dikembalikan ke DPRD.

Masyarakat merasa lebih berhak menentukan pemimpin daerahnya sendiri dibandingkan menyerahkan keputusan tersebut kepada wakil rakyat di DPRD.

Mengacu pada data tersebut, Benny pun memberikan catatan kritis terhadap adanya upaya atau wacana yang ingin mengembalikan pemilihan kepala daerah ke tangan DPRD.

Menurutnya, meskipun Pilkada langsung memiliki kekurangan, solusi yang tepat adalah memperbaiki regulasi, bukan menghapus hak pilih rakyat.

“Ini suara rakyat, kehendak rakyat. Sebaiknya janganlah dilawan. Ada banyak problem yang timbul dengan Pilkada langsung, mari kita perbaiki problem-problem tersebut dengan membuat UU dan aturan Pilkada yang lebih baik lagi,” ujarnya, mengutip akun X @BennyHarmanID pada Senin, 29 Desember 2025.

Ia juga memperingatkan rekan-rekan sesama politisi agar tidak menyalahgunakan kekuasaan demi kepentingan kelompok tertentu dengan kedok ‘memperjuangkan rakyat’.

Pernyataan Benny muncul di tengah diskusi publik mengenai efektivitas Pilkada langsung yang sering kali dianggap berbiaya tinggi dan rentan terhadap politik uuang.

Namun merujuk pada data SMRC, publik tetap memandang bahwa hak untuk memilih pemimpin daerah secara langsung adalah bagian mendasar dari kedaulatan mereka.

Penulis: Herry Mandela

Benny Harman Benny K Harman Benny Kabur Harman BKH
Previous ArticleMembalut Cinta Terlarang di Balik Jubah
Next Article Jargon Pariwisata Dunia, Nyawa Manusia Taruhannya

Related Posts

Perkuat Kedamaian dalam Bingkai Toleransi, Benny Harman Buka Puasa Bersama Umat Muslim di Labuan Bajo

27 Februari 2026

Kuda Api, Pesan SBY untuk Bangsa

22 Februari 2026

GMNI Kritik Presiden Prabowo, Akses Ekspor Nelayan Dinilai Tak Signifikan Tanpa Perbaikan Kepemilikan Kapal

17 Februari 2026
Terkini

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.