Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Sengketa Tanah Ulayat di Mbehal Berujung Pidana, Tiga Warga Jadi Tersangka
HUKUM DAN KEAMANAN

Sengketa Tanah Ulayat di Mbehal Berujung Pidana, Tiga Warga Jadi Tersangka

By Redaksi18 Januari 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, VoxNTT.com – Sengketa lahan ulayat yang membara sejak 2023 di wilayah Menjerite, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, akhirnya berujung pidana. Kepolisian Resor Manggarai Barat menetapkan tiga warga Mbehal sebagai tersangka kasus pengancaman terkait konflik tersebut.

Ketiga tersangka masing-masing berinisial GJ (41), KN (38), dan FA (35). Mereka kini ditahan di rumah tahanan Polres Manggarai Barat. Penetapan tersangka ini menjadi babak baru dalam konflik tanah ulayat yang selama ini memicu ketegangan berkepanjangan di tengah warga.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya membenarkan penetapan tersebut. “Benar, ketiga terduga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara pengancaman yang dilaporkan Saudara Hermanus Haflon,” ujarnya, Sabtu, 17 Januari 2026 malam.

Peristiwa pengancaman itu terjadi pada Selasa, 22 Agustus 2023, sekitar pukul 07.00 Wita. Saat itu, sekitar 40 warga ulayat Mbehal sedang melakukan pembersihan lahan untuk berkebun di kawasan Menjerite. Warga mendirikan sebuah beskem atau pondok sementara sebagai pusat aktivitas mereka.

Situasi memanas ketika para tersangka datang ke lokasi dengan membawa parang yang terikat di pinggang serta kayu di tangan. Berdasarkan hasil penyidikan polisi, ketiganya melontarkan ancaman keras yang membuat warga ketakutan.

Tak berhenti di situ, para tersangka juga diduga membongkar paksa pondok milik warga. Mereka memotong tali terpal dan mencabut tiang hingga bangunan tersebut roboh. Merasa keselamatan mereka terancam, warga akhirnya menghentikan seluruh aktivitas di lokasi itu.

Atas kejadian tersebut, Hermanus Haflon (46) melaporkan insiden itu ke Polres Manggarai Barat dengan nomor laporan LP/B/148/VIII/2023/SPKT/Polres Mabar/Polda NTT.

Hasil penyidikan mengungkap, aksi pengancaman itu dipicu oleh sengketa pembagian tanah ulayat. Baik pelapor maupun para tersangka diketahui merupakan sesama warga ulayat Mbehal.

Ketegangan muncul karena para tersangka menolak pembagian lahan yang dilakukan oleh Alexander Hatta (71). Mereka menilai pembagian tersebut dilakukan secara sepihak dan mengklaim bahwa tanah di kawasan Menjerite merupakan milik kolektif seluruh warga ulayat Mbehal.

AKP Lufthi menyatakan, penyidik telah melakukan proses hukum secara menyeluruh. Polisi memeriksa 12 orang saksi, melibatkan ahli bahasa dan ahli pidana, serta mengamankan barang bukti berupa dokumentasi dan hasil olah tempat kejadian perkara.

“Setelah gelar perkara, kami menyimpulkan adanya peristiwa pidana dengan minimal dua alat bukti yang sah. Saat ini berkas perkara tengah dilengkapi untuk segera dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum,” tegasnya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa konflik tanah ulayat tidak dapat diselesaikan melalui intimidasi dan kekerasan, melainkan harus ditempuh melalui mekanisme hukum yang adil dan bermartabat. [VoN]

Desa Tanjung Boleng Kabupaten Manggarai Barat Kecamatan Boleng Mabar Manggarai Barat Menjerite Polres Mabar
Previous ArticleWali Kota Kupang Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung di Manutapen
Next Article Berawal dari Mimpi, Jasad Korban Tenggelam di Tiwu Pai Ditemukan Warga

Related Posts

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Manggarai Barat yang Rusak akibat Gempa

28 Agustus 2026

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.