Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pojok Info»Berawal dari Mimpi, Jasad Korban Tenggelam di Tiwu Pai Ditemukan Warga
Pojok Info

Berawal dari Mimpi, Jasad Korban Tenggelam di Tiwu Pai Ditemukan Warga

By Redaksi20 Januari 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jasad Armendo sedang tergeletak di batu Kali Lengo Alo. (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Jasad korban yang tenggelam di air terjun Tiwu Pai, Desa To’e, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Armendo W. Jeferson (14) akhirnya berhasil ditemukan pada Senin 19 Januari 2026.

Penemuan jasad Armedo sekaligus mengakhiri pencarian yang berlangsung selama sembilan hari usai dilaporkan tenggelam pada Minggu 11 Januari lalu.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, korban pertama kali ditemukan oleh Vinsensius Jemadur, seorang warga Kampung Kalo, Desa To’e, Kecamatan Reok Barat.

Dalam keterangannya kepada awak media, Vinsen menceritakan bahwa penemuan jasad Armendo ini berawal dari sebuah mimpi yang mengisahkan tentang seekor babi hutan yang mati.

Dalam mimpinya, babi hutan itu tergeletak di kali Lengo Alo dan dalam kondisi bau busuk.

Penasaran dengan mimpinya itu, keesokan hari, Senin, 19 Januari 2026 Vinsensius mengajak tiga orang anak untuk menyusuri kali Lengo Alo.

Alhasil mimpi tersebut terbukti, Vinsen dan tiga orang anaknya menemukan jasad Armendo sedang tergeletak di batu.

Ternyata mimpi babi hutan yang mati dan bau busuk itu mengartikan jasad Armendo.

“Malamnya saya mimpi babi hutan mati di kali. Keesokannya setelah pulang ikat sapi saya minta makan di istri saya, lalu setelah makan saya mengajak tiga orang anak untuk menyusuri kali Lengo Alo,” kisah Vinsensius.

“Dalam perjalanan ke Lengo Alo kami berpencar satunya bagian barat dan satunya bagian timur. Tiba-tiba anak saya lihat kaki jasad Armendo sedang tergeletak. Saya pun berenang untuk menghampiri jasad itu dan anak itu saya suruh lari ke desa untuk memberitahu tentang penemuan jasad ini,” kisahnya lagi.

Vinsensius Jemadur, warga yang menemukan jasad Armendo. (Foto: HO)

Warga sekitar yang mendapat informasi akhirnya langsung bergegas menuju titik penemuan jasad Armendo yang lokasinya cukup jauh dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.

Kapolsek Reo, Ipda Joko Sugiarto dalam laporannya menerangkan, korban ditemukan di aliran sungai yang berada di Dusun Lengo Alo, tepatnya di Kampung Kalo.

Menurut dia, jarak antara lokasi penemuan dengan titik awal korban dilaporkan tenggelam diperkirakan sekitar 1 kilometer.

“Informasi penemuan tersebut pertama kali disampaikan oleh masyarakat setempat kepada Polsek Reo,” jelas Kapolsek Joko.

Ia juga menjelaskan, sejak peristiwa tersebut terjadi, Polsek Reo bersama Satuan Polair Reo, Tim SAR, serta unsur Forkopimcam Reo, dengan dukungan masyarakat setempat, telah melakukan upaya pencarian secara intensif selama tujuh hari berturut-turut.

Namun, pelaksanaan pencarian mengalami kendala akibat kondisi cuaca ekstrem serta meningkatnya debit air sungai, sehingga pencarian tidak membuahkan hasil.

Pada hari ketujuh, kata Joko, Tim SAR secara resmi mengumumkan penghentian operasi pencarian sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Meski demikian, Polsek Reo tetap melakukan koordinasi dan pemantauan di lapangan. Alahasil pihaknya langsung mendapat informasi penemuan jasad yang tenggelam.

Penulis: Berto Davids

Air Terjun Tiwu Pai Kecamatan Reok Barat Reok Barat
Previous ArticleSengketa Tanah Ulayat di Mbehal Berujung Pidana, Tiga Warga Jadi Tersangka
Next Article NasDem Manggarai Bentuk Bengkel Gagasan, Dorong Politik Rasional dan Berbasis Kebijakan

Related Posts

Satlantas Polres Manggarai Patroli Malam, Antisipasi Balap Liar dan Kecelakaan Lalu Lintas

24 Juni 2026

Operasi Patuh Turangga 2026 di Manggarai Ditunda, Polisi Perbanyak Edukasi dan Kegiatan Simpatik

10 Juni 2026

Jenazah Dua WNA Austria yang Jatuh di Cunca Wulang Diterbangkan ke Bali

4 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.