Bajawa, VoxNTT.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena mendatangi keluarga YBS, siswa sekolah dasar berusia 10 tahun asal Kecamatan Jerebu’u, Kabupaten Ngada, yang meninggal secara tak wajar pada Kamis, 29 Januari 2026 lalu.
Kunjungan itu dilakukan sebagai bentuk belasungkawa sekaligus refleksi atas peran negara dalam melindungi anak.
“Di hadapan ibu, nenek, dan kakak YB, saya menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian negara dan pemerintah yang belum sepenuhnya hadir menjaga anak-anak kita,” kata Melki saat bertemu keluarga korban pada Sabtu siang, 7 Februari 2026.
Melki mengatakan, peristiwa tersebut mengguncang nurani banyak pihak dan menjadi peringatan keras bagi pemerintah maupun masyarakat. Ia menegaskan, “peristiwa ini harus menyadarkan kita untuk lebih peduli, lebih peka, dan lebih cepat bertindak.”
Menurut dia, anak-anak tidak boleh merasa sendirian, diabaikan, atau kehilangan harapan.
Karena itu, Melki meminta seluruh jajaran pemerintah di NTT bekerja lebih serius agar pendidikan, bantuan sosial, dan layanan publik benar-benar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
“Kita mungkin memiliki banyak keterbatasan, tetapi kepedulian tidak boleh terbatas,” ujar Melki.
Ia menambahkan, meski YBS telah meninggal, pesan yang ditinggalkan harus dijaga oleh semua pihak.
Menurut Melki, peristiwa tersebut menjadi pengingat untuk saling menyapa, saling membantu, dan bekerja dengan hati.
“Semoga kepergiannya menjadi cambuk bagi kita semua untuk bekerja lebih baik, lebih adil, dan lebih manusiawi ke depan,” ucap dia.
Melki menyebut kehadirannya ke rumah keluarga korban bukan sekadar menyampaikan belasungkawa, tetapi juga menjadi momen introspeksi yang mendalam bagi dirinya dan seluruh jajaran pemerintah.
Dalam kunjungan itu, Melki didampingi Bupati Ngada Raymundus Bena, Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, serta jajaran Pemerintah Provinsi NTT. [VoN]

