Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Berkarakter Garam dan Terang dengan Berbagi Kasih dalam Roh
Gagasan

Berkarakter Garam dan Terang dengan Berbagi Kasih dalam Roh

By Redaksi8 Februari 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Inosensius Sutam
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

(Pekan V, Masa Biasa Tahun A; Minggu, 8 Februari 2026; Yes 58:7-10; Mzm 112:4-5.6-7.8a.9; R:4a; 1: Kor 2:1-5; Mat 5: 13-16)

Oleh: Rm. Inosensius Sutam

1

Tanpa garam, hambar. Tanpa terang, gelap. Tanpa kasih, dingin. Tanpa hikmat Roh, bodoh. Keempat hal ini menjadi inti dari bacaan hari ini.

2

Menurut Nabi Yesaya dalam bacaan pertama, hidup adalah terang. Supaya Anda menjadi terang maka Anda harus membagi makanan kepada orang lapar, memberi pakaian kepada orang telanjang, memberi tumpangan kepada orang miskin yang tak punya rumah, tidak memfitnah, dan membebaskan orang tertindas. Berbagi kasih dengan sesama yang menderita. Dengan itu, Tuhan Allah akan mendengarkan kita.

3

Kita dapat melakukan semua itu jika pikiran kita berisikan Yesus Kristus yang tersalib dan iman kita bergantung pada kekuatan Roh Allah sendiri. Salib Kritus adalah jalan solidaritas dengan sesama. Roh Allah adalah sumber hikmat dan kebijaksaan. Itu yang ditekankan Paulus dalam bacaan kedua hari ini.

4

Dalam bacaan Injil Yesus menekankan bahwa karakter seorang beriman akan Allah adalah menjadi garam dan terang dunia. Garam memberi cita rasa. Jika garam tawar, semua jadi hambar. Terang membuatnya semua nampak. Terang mengusir kegelapan. Menjadi garam menunjukkan kasih dalam diam. Tersembunyi. Sama seperti garam tak terlihat namun terasa. Menjadi terang berarti menyalakan pelita di kaki dian. Agar terangnya memancar pada semua orang.

5

Pesan Firman Tuhan hari ini.

Pertama, ketika kita berbicara tentang karakter, maka tiga fondasi dasarnya adalah terang, garam, dan hikmat-kebijaksanaan Allah dalam salib Kristus. Dunia tanpa kasih, penuh dengan dosa, konflik, bencana ekologis adalah dunia yang gelap, hambar, dingin, dan bodoh. Dunia membutuhkan terang, garam, dan hikmat kebijaksanaan.

6

Kedua, tujuan dari ketiga fondasi karakter ini (garam, terang, hikmat kebijaksanaan) adalah solidaritas dengan sesama yang lemah dan supaya Allah dimuliakan melalui perbuatan kita. Kekuatan Allah, bukan kekuatan manusia, adalah dasar hidup manusia. Allah adalah garam, terang, dan hikmat sejati.

7

Ketiga, garam, terang, dan hikmat Allah, solidaritas dengan sesama, dan bergantung pada Tuhan terjada dalam ruang dan waktu. Artinya kita harus merawat alam hidup kita. Itu rumah kehidupan kita. Menjadi harta pusaka yang dilestarikan sepanjang sejarah dari generasi ke generasi.

8

Mari kita berjalan bersama (bersinode) dengan sesama, dalam alam dan sejarah, di atas dasar kekuatan hikmat-kebijaksanaan Allah sendiri.

Ino Sutam Inosensius Sutam
Previous ArticleGubernur NTT Datangi Keluarga YBS, Sampaikan Permohonan Maaf atas Kelalaian Negara
Next Article Wakil Gubernur NTT Ajak Advokat Bangun Kepedulian Sosial

Related Posts

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026

Apa yang Tersisa dari Manusia Ketika Artificial Intelligence Meniru Segalanya?

11 Juli 2026

Menakar Prioritas NTT: Antara Berburu Pajak Plat Luar dan Menelantarkan Terminal Tipe B

10 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.