Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sport»Winston Rondo Dorong Reformasi Pembinaan Olahraga NTT Menuju PON 2028
Sport

Winston Rondo Dorong Reformasi Pembinaan Olahraga NTT Menuju PON 2028

By Redaksi9 Februari 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua BMPS NTT, Winston Neil Rondo
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Wakil Ketua Komisi V DPRD Nusa Tenggara Timur sekaligus Ketua Pengprov PBVSI NTT, Winston Rondo mengajukan sejumlah rekomendasi strategis kepada Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTT untuk memperkuat pembinaan olahraga berprestasi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.

Winston menilai NTT memiliki banyak atlet berbakat, namun belum ditopang sistem pembinaan yang terencana, terukur, dan berbasis ilmu pengetahuan olahraga.

“NTT punya banyak talenta. Yang kurang adalah sistem yang memastikan mereka tiba di PON dalam kondisi terbaik, bukan sekadar lolos seleksi,” kata Winston.

Ia mendorong KONI NTT segera melakukan reformasi pembinaan berbasis prestasi dengan menetapkan cabang olahraga prioritas PON 2028.

Menurut Winston, tidak semua cabang olahraga dapat diperlakukan sama dan perlu dilakukan klasterisasi antara cabang unggulan, cabang pengembangan, dan cabang partisipatif.

“Kita harus realistis dan fokus. Prestasi tidak lahir dari pemerataan semu, tetapi dari keberanian menentukan prioritas,” ujarnya.

Winston menyebut sejumlah cabang olahraga yang dinilai memiliki peluang prestasi, antara lain sepak bola, tinju, atletik, bola voli, serta cabang bela diri. Penetapan cabang prioritas tersebut, kata dia, harus diikuti kebijakan pembinaan jangka pendek, menengah, dan panjang yang konsisten.

Ia juga mendorong pembinaan berjenjang berbasis wilayah dengan kabupaten dan kota sebagai basis pencarian bakat, sementara provinsi berperan sebagai pusat pematangan atlet.

Selain itu, Winston menekankan pentingnya penerapan IPTEK dan sport science sebagai instrumen utama pembinaan.

“Secara realitas, atlet NTT lahir dari alam dan kultur, bukan dari sistem canggih. Justru karena itu, sport science menjadi alat koreksi ketimpangan agar atlet kita tidak kalah oleh sistem modern daerah lain di PON 2028,” kata Winston.

Menurut Winston, sport science bukan kemewahan, melainkan kebutuhan strategis agar prestasi olahraga NTT lahir dari perencanaan yang matang, bukan kebetulan.

Sebagai penguatan sistem, ia merekomendasikan riset cabang unggulan daerah, kolaborasi kampus–cabang olahraga–KONI, pengembangan sport science berbasis kondisi tropis dan kepulauan, serta pembangunan database dan profil historis atlet NTT.

Langkah lainnya mencakup tes awal dan monitoring atlet, pendampingan pelatih, pencegahan cedera, pemulihan atlet, penguatan nutrisi dan kesehatan mental, hingga talent scouting berbasis data.

Winston juga mendorong pengembangan sport science mobile ke daerah, penyelenggaraan kompetisi reguler, analisis video teknik dan pertandingan, serta evaluasi berkelanjutan menuju puncak performa atlet.

“Tanpa kompetisi reguler dan inovasi teknologi olahraga yang sesuai zamannya, jangan berharap prestasi. PBVSI NTT siap mendukung liga daerah dan regional sebagai bagian dari sistem,” tegasnya.

Selain pembinaan, Winston menyoroti pentingnya reformasi tata kelola olahraga, termasuk transparansi dan keadilan anggaran, serta penganggaran berbasis program dan output.

Ia juga menekankan penguatan organisasi pengprov cabang olahraga melalui administrasi yang tertib, database atlet yang akurat, dan kalender kompetisi yang jelas.

Di sisi pendanaan, Winston mendorong optimalisasi kemitraan dengan BUMD, CSR, dan swasta lokal, serta menjadikan event olahraga sebagai penggerak ekonomi daerah.

“Prestasi tidak lahir dari ruang gelap. Olahraga harus hidup di ruang publik, hadir di media, dan menjadi kebanggaan masyarakat. Dari ekosistem yang sehat itulah prestasi akan tumbuh,” pungkas Winston.

Penulis: Ronis Natom

Koni NTT PON 2028 Winston N. Rondo Winston Rondo
Previous ArticleKeluarga Korban Banjir Sungai Wae Lokom Tolak Autopsi
Next Article BRI dan Kejati NTT Gelar FGD, Bahas Akselerasi Kinerja 2026

Related Posts

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

Bursa Calon Ketua  Taekwondo NTT Menghangat, Empat Nama Mencuat Jelang Musprov 2026

2 Maret 2026

Ridwan Sujana Angsar Maju di Bursa Ketua Umum Taekwondo NTT Jelang Musprov

2 Maret 2026
Terkini

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.