Borong, VoxNTT.com – Martina Iman (56), ibu rumah tangga adalah Kampung Wae Solong, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, menjadi tulang punggung untuk menafkahi keluarganya. Sebab, sang suami menderita sakit stroke.
Ia bersama suami dan tiga cucunya tinggal di rumah tua berukuran 6 kali 7 meter. Atapnya sudah mulai bolong sehingga saat hujan deras rumah itu bocor.
Mama Martina mengisahkan, sejak suami sakit dari 3 tahun lalu, ia pun menjadi tulang punggung keluarga.
Ia terpaksa kerja serabutan termasuk harian kerja membersihkan kebun orang.
“Satu hari upahnya Rp 50 ribu. Tidak setiap hari juga kerja itu,” tutur Martina, saat dihubungi dari Borong, Rabu, 4 Maret 2026.
Ia mengaku, uang harian kerja di orang itu digunakan untuk belanja kebutuhan keluarga dan sebagainya untuk uang sekolah 3 cucunya.
“Cucu Serin(13) sudah SMP, Fio (10) dan Felisa (9) masih SD,” katanya.
Meski dengan segala keterbatasan, ia tetap berusaha agar 3 cucunya mengenyam pendidikan. Meskipun amat susah untuk biaya dan membeli perlengkapan sekolah mereka.
“Mereka butuh pakaian seragam, tas, dan sepatu,” katanya.
Ia mengaku, selama ini kebutuhan mereka terbantu dengan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan juga BLT Kesra.
Yang menjadi harapan besarnya saat ini adalah suami bisa dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat rumah sakit, untuk mendapat perawatan medis.
“Ini harapan terbesar saya dari dulu. Tetapi kendala utamanya adalah biaya mau jalan. Memang kami ini ada BPJS,” kata dia.
Ia pun berharap ada orang-orang baik yang bisa membantu agar sang suami bisa diantar ke rumah sakit.
Kondisi keluarga mama Martina menggambarkan bahwa masih banyak masyarakat Manggarai Timur hidup di bawah garis kemiskinan.
Menukil Data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Kabupaten Manggarai Timur pada tahun 2025 tercatat sebesar 23,51 persen. Sementara jumlah penduduk miskin sebanyak 70.990 orang.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur, Yani Gagu mengatakan, keluarga mama Martina masuk dalam penerima bantuan sosial (Bansos) yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako.
“Januari sampai Maret 2026 keluarga ini dapat Bansos PKH dan Sembako,” ungkap Yani saat dikonfirmasi, Rabu sore.
Kontributor: Nansi Taris

