Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke
Regional NTT

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

By Redaksi5 Maret 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Martina Iman (56) dan suaminya asal Kampung Wae Solong, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur (Foto: Nansi Taris)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNTT.com – Martina Iman (56), ibu rumah tangga adalah Kampung Wae Solong, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, menjadi tulang punggung untuk menafkahi keluarganya. Sebab, sang suami menderita sakit stroke.

Ia bersama suami dan tiga cucunya tinggal di rumah tua berukuran 6 kali 7 meter. Atapnya sudah mulai bolong sehingga saat hujan deras rumah itu bocor.

Mama Martina mengisahkan, sejak suami sakit dari 3 tahun lalu, ia pun menjadi tulang punggung keluarga.

Ia terpaksa kerja serabutan termasuk harian kerja membersihkan kebun orang.

“Satu hari upahnya Rp 50 ribu. Tidak setiap hari juga kerja itu,” tutur Martina, saat dihubungi dari Borong, Rabu, 4 Maret 2026.

Ia mengaku, uang harian kerja di orang itu digunakan untuk belanja kebutuhan keluarga dan sebagainya untuk uang sekolah 3 cucunya.

“Cucu Serin(13) sudah SMP, Fio (10) dan Felisa (9) masih SD,” katanya.

Meski dengan segala keterbatasan, ia tetap berusaha agar 3 cucunya mengenyam pendidikan. Meskipun amat susah untuk biaya dan membeli perlengkapan sekolah mereka.

“Mereka butuh pakaian seragam, tas, dan sepatu,” katanya.

Ia mengaku, selama ini kebutuhan mereka terbantu dengan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan juga BLT Kesra.

Yang menjadi harapan besarnya saat ini adalah suami bisa dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat rumah sakit, untuk mendapat perawatan medis.

“Ini harapan terbesar saya dari dulu. Tetapi kendala utamanya adalah biaya mau jalan. Memang kami ini ada BPJS,” kata dia.

Ia pun berharap ada orang-orang baik yang bisa membantu agar sang suami bisa diantar ke rumah sakit.

Kondisi keluarga mama Martina menggambarkan bahwa masih banyak masyarakat Manggarai Timur hidup di bawah garis kemiskinan.

Menukil Data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Kabupaten Manggarai Timur pada tahun 2025 tercatat sebesar 23,51 persen. Sementara jumlah penduduk miskin sebanyak 70.990 orang.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur, Yani Gagu mengatakan, keluarga mama Martina masuk dalam penerima bantuan sosial (Bansos) yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako.

“Januari sampai Maret 2026 keluarga ini dapat Bansos PKH dan Sembako,” ungkap Yani saat dikonfirmasi, Rabu sore.

Kontributor: Nansi Taris

Desa Rana Gapang Dinas Sosial Matim Kabupaten Manggarai Timur Kecamatan Elar Manggarai Timur Matim
Previous ArticleRumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang
Next Article Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

Related Posts

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026

Dapur MBG Gako Dihentikan karena Berdiri di Atas Tanah yang Telah Diserahkan ke Pemda

3 Maret 2026

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

2 Maret 2026
Terkini

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.