Labuan Bajo, VoxNTT.com – Gedung Sekolah Dasar Inpres (SDI) Ra’ong di Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat rusak parah setelah diterjang angin kencang pada Senin pagi, 9 Maret 2026. Tiga ruang kelas dilaporkan roboh sehingga tidak bisa lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDI Ra’ong, Abdul Asmin, membenarkan peristiwa bencana alam yang menimpa sekolah tersebut.
“Kejadiannya pukul 05.00 pagi setelah sholat subuh, alamat Ra’ong Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, lembaga SD Inpres Ra’ong, angin kencang disertai hujan lebat,” ujar Abdul Asmin saat dikonfirmasi VoxNtt.com, Senin, 9 Maret 2026.
Ia mengatakan, terdapat beberapa ruangan yang mengalami kerusakan total hingga tidak dapat lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Gedung yang roboh ada tiga ruangan untuk belajar siswa, sementara satu ruangannya sebagai tempat inventaris,” jelasnya.
Selain tiga ruang kelas tersebut, fasilitas WC guru dan siswa juga rusak parah akibat tertimpa seng dan kayu dari bangunan yang roboh.
Meski demikian, Abdul Asmin memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu karena kejadian berlangsung sebelum aktivitas sekolah dimulai.
“Tidak ada korban jiwa, beruntung kejadiannya sebelum anak-anak tiba di sekolah pagi tadi,” pungkas Abdul.
Kendati mengalami kerusakan pada sejumlah fasilitas, kegiatan belajar mengajar di SDI Ra’ong masih tetap berlangsung. Pihak sekolah berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian untuk penanganan kerusakan tersebut.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Sewarding SJ Putera turut menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut.
Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera mengambil langkah penanganan.
“Tentulah dampak dari bencana angin puting beliung ini mengundang rasa prihatin dari kita semua, dan terhadap kerusakan SDI Raong ini sebagai salah satu yang terdampak, sudah jelas menganggu aktivitas KBM di sekolah tersebut,” ujarnya saat dihubungi VoxNtt.com.
“Oleh karenanya kami meminta OPD terkait untuk segera mengambil langkah-langkah strategis yang dapat dijadikan sebagai solusi. Sambil kita menunggu tahapan proses penyusunan APBD ke depannya, baik itu di Perubahan maupun di Induk tahun depan,” imbuhnya.
Plt. Kepala BPBD Manggarai Barat Oktavianus Andi Bona Adu mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari Kepala Desa Golo Mori terkait kejadian tersebut.
Tim BPBD, kata dia, akan segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.
“Baik, sudah laporan Kades Golo Mori di BPBD, tim sebentar lagi turun lokasi,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi VoxNtt.com melalui WhatsApp.
Penulis: Sello Jome

