Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Minim Sarana Produksi, Potensi Lahan Kering Desa Liang Sola Belum Maksimal Dukung Program MBG
VOX DESA

Minim Sarana Produksi, Potensi Lahan Kering Desa Liang Sola Belum Maksimal Dukung Program MBG

By Redaksi8 Maret 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kantor Desa Liang Sola, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, VoxNTT.com – Potensi lahan kering di Desa Liang Sola, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal. Minimnya sarana produksi pertanian menjadi salah satu kendala utama dalam pengembangan sektor tersebut.

Desa Liang Sola yang terletak pada koordinat 8.6793681954/120.2411492459 memiliki potensi lahan kering yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai penopang ketahanan pangan daerah. Namun hingga kini, potensi tersebut belum dikelola secara optimal.

Kepala Desa Liang Sola Adrianus Harsi mengatakan banyak lahan pertanian kering di wilayahnya belum digarap secara baik karena keterbatasan sarana produksi, terutama traktor untuk membuka lahan.

“Padahal potensi ini terbilang sangat besar dan menjanjikan ketika ini bisa dikelola secara baik,” kata dia kepada VoxNtt.com, Sabtu, 7 Maret 2026.

Menurut Adrianus, dukungan sarana produksi dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sangat dibutuhkan agar potensi lahan yang ada dapat dimaksimalkan untuk mendorong swasembada pangan serta pengembangan hortikultura di desa tersebut.

“Tidak hanya itu, jika dimaksimalkan dengan baik lahan itu bisa dijadikan sentra buah-buahan untuk mendukung Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG),” ungkapnya.

Selain lahan kering, Desa Liang Sola juga memiliki potensi lahan basah untuk persawahan. Luas sawah di desa tersebut mencapai sekitar 70 hektare dengan potensi produksi hingga 350 ton setiap kali panen.

Di sisi lain, desa itu masih menghadapi persoalan infrastruktur dasar, terutama akses jalan. Adrianus menyebut sejumlah ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten kondisinya memprihatinkan.

“Ada beberapa ruas jalan yang memang menjadi kewenangan kabupaten seperti peningkatan jalan Simpang Lendo-Buruk Pela-Dempol yang diakses oleh masyarakat Liang Sola di Kombek Waemata Ker. Selain itu ada ruas jalan dengan nomenkaktur Daleng-Wol-Roga-Leweng Ker yang sangat memprihatikan dan berharap akan menjadi atensi pemerintah ke depan untuk dijadikan program prioritas,” pintanya.

Ia juga menyoroti keterbatasan fasilitas kesehatan di desa tersebut. Hingga kini, Desa Liang Sola belum memiliki Polindes sebagai akses pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat.

“Soal ini tanahnya sudah ada dan itu hasil hibah masyarakat dusun Leweng,” kata dia.

Selain itu, sejumlah jaringan irigasi sekunder untuk pertanian mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan dari pemerintah daerah guna menjamin keberlanjutan ketahanan pangan desa.

“Di Desa Liang Sola, akses jalan tani atau jalan produksi pertanian yang belum ada pada wilayah pertanian masyarakat Desa Liang Sola baik ke lahan sawah maupun lahan pertanian lahan kering,” tambah dia.

Berdasarkan data pemerintah desa, Desa Liang Sola memiliki luas wilayah sekitar 8 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 1.677 jiwa yang tersebar di enam dusun, yakni Dusun Tando, dua dusun Nangka, dua dusun Wae Mata, dan Dusun Leweng. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani.

Desa ini juga memiliki luas lahan pertanian sekitar 42 hektare serta lahan pemukiman sekitar 40 hektare. Pada tahun anggaran 2026, Desa Liang Sola menerima Dana Desa sebesar Rp310.330.000 untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik di wilayah tersebut.

Penulis: Sello Jome

Desa Liang Sola Kabupaten Manggarai Barat Kecamatan Lembor Lembor Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleKurangnya Perhatian Orang Tua pada Anak di Tengah Kesenjangan Ekonomi
Next Article Rasio yang Terpenjara dalam Viralitas: Kritik Kantian atas Kemunduran Sapere Aude

Related Posts

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Anggota DPR RI Stevano Rizki Gerak Cepat Bawa Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Kuwus Barat

19 Agustus 2026

Pegadaian Salurkan Sembako hingga Perlengkapan Tidur untuk Warga Terdampak Gempa Flores

17 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.