Maumere, VoxNTT.com – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Nusa Tenggara Timur melantik Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai NasDem di 21 kecamatan se-Kabupaten Sikka untuk periode 2026–2031 pada Kamis, 12 Maret 2026.
Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan DPW Partai NasDem NTT Nomor 246-266/SK/DPW-Nasdem/XII/2025 tentang Pengesahan Pengurus DPC Partai NasDem 21 Kecamatan se-Kabupaten Sikka.
Ketua DPW NasDem NTT, Edistasius Endi, mengatakan pelantikan itu bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab moral dalam menerima mandat dan amanah sebagai pengurus partai di tingkat kecamatan.
“Bendera perjuangan NasDem bukan hanya untuk dipajang, tetapi harus diisi dengan karya-karya nyata untuk mewujudkan perubahan dan restorasi. Restorasi itu indah untuk disebut, tetapi membutuhkan kerja keras dan konsistensi,” ujar Bupati Manggarai Barat itu.
Edi—sapaan Edistasius—menganalogikan perjuangan partai seperti sebuah gunung yang tidak menjulang secara tiba-tiba, melainkan terbentuk dari kumpulan serpihan debu yang terakumulasi.
Menurut dia, analogi tersebut menjadi pesan bahwa perubahan besar dimulai dari tindakan-tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.
“Hanya dalam kebersamaan kita bisa menyelesaikan hal-hal besar. Kita tidak ditakdirkan menjadi orang yang paling sempurna, tetapi akan menjadi superman jika mampu bekerja dengan kolaborasi,” kata Edi.
Ia juga mengingatkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Fraksi NasDem agar tetap mengingat asal-usul politik mereka sebagai kader partai.
“Kalian menjadi corong perjuangan partai, jangan pernah lupa dengan dapur atau rumah restorasi yang mengutus kalian untuk ada di DPRD,” pesannya.
Dalam situasi ekonomi global dan nasional yang tidak menentu, Edi mengimbau seluruh fraksi NasDem untuk tetap solid dan saling menguatkan dalam mendukung program-program pemerintah yang berpihak pada rakyat.
“Tidak boleh ada fraksi yang memposisikan diri berbeda. Ketika ada program pemerintah yang tidak pro-rakyat, kita harus membangun diskusi, bukan menolak secara frontal,” imbuhnya.
Penulis: Sello Jome

