Ruteng, VoxNTT.com – Bulan Ramadan menghadirkan suasana berbeda di berbagai sudut Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai. Menjelang waktu berbuka puasa, deretan penjual takjil bermunculan menawarkan aneka kue, minuman segar, hingga jajanan khas Ramadhan.
Salah satu penjual takjil, Sulastri, merasakan langsung dinamika berdagang pada bulan suci tersebut. Ia mengaku sudah sekitar tiga tahun berjualan takjil setiap Ramadhan.
“Di bulan Ramadan, orang-orang ramai mencari kue dan jajanan untuk berbuka puasa. Alhamdulillah, penjualan selalu meningkat setiap tahunnya,” ujar Sulastri saat bincang dengan VoxNtt.com, Senin, 16 Maret 2026 sore.
Sulastri menjual beragam jenis takjil, mulai dari aneka kue hingga es buah yang menyegarkan. Untuk kue, ia bekerja sama dengan tetangga dan keluarga yang menitipkan dagangan mereka. Sementara es buah dibuat sendiri setiap hari.
Persiapan jualan dilakukan sejak pagi, bahkan saat waktu sahur. Ia mulai menyiapkan berbagai bahan yang dibutuhkan untuk dagangan.
“Aktivitas tersebut berlanjut hingga sore hari menjelang waktu berbuka,” kisah ibu dua orang anak itu.
Dalam sehari, Sulastri mampu menjual sekitar 100 cup es buah dengan harga berkisar antara Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per cup.
Meski menjanjikan dari segi penghasilan, berjualan takjil saat berpuasa juga memiliki tantangan tersendiri. Sulastri mengaku harus menahan rasa lapar dan haus saat melayani pembeli.
“Menjual sambil berpuasa itu memang jadi ujian tersendiri. Apalagi harus mencicipi rasa es atau memastikan kualitas jualan tetap enak,” katanya.
Menurut dia, persaingan antarpenjual bukan persoalan besar. Jumlah pembeli takjil cukup banyak, bahkan tidak hanya dari kalangan Muslim, tetapi juga non-Muslim yang membeli jajanan untuk keluarga.
“Rezeki sudah ada yang atur. Yang penting kita sama-sama berusaha,” pungkasnya.
Melihat penjualan yang terus meningkat setiap tahun, Sulastri berharap keuntungan selama Ramadhan dapat menjadi modal usaha untuk berdagang di luar bulan puasa.
Bagi Sulastri, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang semangat berbagi rezeki dan menjaga harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Penulis: Isno Baco

