Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Potensi Desa Nggalak: Dari Gapoktan Produktif hingga Penghasil Porang Terbesar di Manggarai
VOX DESA

Potensi Desa Nggalak: Dari Gapoktan Produktif hingga Penghasil Porang Terbesar di Manggarai

By Redaksi15 Maret 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kantor Desa Nggalak, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, NTT (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Desa Nggalak di Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, memiliki potensi pertanian yang cukup besar untuk menopang perekonomian masyarakat setempat. Desa yang berada di sisi barat pantai utara itu kini memiliki 19 kelompok tani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bersih, Aman, Rapi, Indah, Sehat (Baris).

Desa dengan lima dusun, 16 RT, dan 8 RW tersebut terus mengembangkan sektor pertanian melalui berbagai komoditas unggulan seperti porang, padi, kemiri, vanili, cokelat, dan cengkeh.

Kepala Desa Nggalak, Konradus Dain, mengatakan Gapoktan Baris berdiri sejak 2007. Kelompok ini pertama kali dicetuskan oleh mantan Kepala Desa Nggalak, almarhum Yos Jehamat. Saat itu Konradus dipercaya menjadi ketua kelompok.

Pada masa awal pembentukan, kelompok tani tersebut belum berkembang pesat. Jumlah anggota masih terbatas dan hanya terdiri dari satu kelompok.

Perkembangan mulai terlihat pada 2010 ketika jumlah anggota bertambah hingga puluhan orang, meskipun masih dalam satu kelompok. Dua tahun kemudian, kelompok tani itu berkembang menjadi dua bagian, yakni kelompok di Dusun Singkul dan kelompok di Dusun Nggalak.

Seiring meningkatnya minat masyarakat, jumlah kelompok tani terus bertambah. Pada periode 2015 hingga 2019, kelompok tersebut berkembang menjadi 19 kelompok yang tersebar di lima dusun, yakni Dusun Nggalak, Dusun Singkul, Dusun Tureng, Dusun Sambor, dan Dusun Mbang.

Menurut Konradus, sejak berkembang menjadi 19 kelompok, para petani mulai mendapatkan bantuan pemerintah melalui proposal yang diajukan. Bantuan tersebut berupa benih, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian (alsintan).

Bantuan itu dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi pertanian di desa tersebut. Tanaman pangan seperti padi dan jagung digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sedangkan komoditas seperti porang, cengkeh, vanili, dan cokelat menjadi sumber pendapatan masyarakat yang dipasarkan ke Kecamatan Reok dan Kota Ruteng.

Saat ini lahan pertanian yang dikelola kelompok tani di Desa Nggalak mencapai sekitar 130 hektare.

“Kurang lebih ada 130 hektare yang dikelola 19 kelompok ini. Saya sebagai ketua kelompok tani Nggalak 1 tentu menginginkan agar kelompok ini lebih produktif lagi ke depan, baik untuk kebutuhan keluarga maupun penunjang perekonomian masyarakat pada umumnya,” ujar Konradus Dain yang sebentar lagi akan menyelesaikan masa jabatannya.

Selain komoditas tersebut, porang menjadi salah satu potensi terbesar Desa Nggalak. Tanaman ini bahkan menjadi primadona baru bagi para petani setempat.

Menurut Konradus, pengelolaan porang di desa itu tidak dilakukan melalui sistem kelompok tani, melainkan secara individual oleh para petani.

Meski demikian, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan terhadap pengembangan budidaya porang di wilayahnya.

Dengan budi daya tersebut, petani di Desa Nggalak mampu menghasilkan sekitar 5.000 ton porang setiap tahun.

“Per tahun petani di sini bisa memanen 5000 ton dan itu merupakan penghasil terbesar untuk Kabupaten Manggarai,” ujar Konradus.

Di balik potensi besar itu, Desa Nggalak masih menghadapi sejumlah keterbatasan infrastruktur yang membutuhkan dukungan pemerintah. Salah satunya adalah pembangunan irigasi Wae Ruwuk sepanjang sekitar tujuh kilometer yang telah diusulkan ke pemerintah pusat.

Selain itu, pemerintah desa juga mengusulkan program cetak sawah untuk membuka lahan pertanian baru bagi para petani.

Konradus juga menyebut jaringan internet masih menjadi kendala bagi masyarakat di wilayahnya.

“Kami memang punya potensi besar tetapi masih banyak kekurangan. Irigasi 7 kilometer dan program cetak sawah yang kami usulkan itu sudah sangat membantu para petani untuk mengembangkan potensi pertanian. Kemudian jaringan internet juga masih menjadi kendala kami di sini,” tutur Konradus.

Secara geografis, Desa Nggalak berbatasan dengan Desa Lemarang di bagian utara dan Desa Kajong di bagian timur. Di bagian barat desa ini berbatasan dengan Kampung Pateng dan Rego di Kabupaten Manggarai Barat, sementara di bagian selatan berbatasan dengan Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat.

Jarak Desa Nggalak ke ibu kota Kecamatan Reok Barat sekitar 15 kilometer, sedangkan jarak ke ibu kota Kabupaten Manggarai sekitar 108 kilometer.

Penulis: Berto Davids

Desa Nggalak Kabupaten Manggarai Kecamatan Reok Barat Manggarai
Previous ArticleKuasa Hukum Minta Kepastian Hukum untuk Notaris Albert Riwu Kore
Next Article Pria di Nagekeo Diduga Aniaya Kepala Desa dan Lansia, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Related Posts

Satlantas Polres Manggarai Patroli Malam, Antisipasi Balap Liar dan Kecelakaan Lalu Lintas

24 Juni 2026

Rokok Ilegal Humer Diduga Kuasai 50 Persen Pasar Manggarai, Bea Cukai Turunkan Tim Penindakan

19 Juni 2026

Warga Kampung Barang Gelar Roko Molas Poco, Tiang Utama Rumah Adat Gendang Diarak ke Lokasi Pembangunan

11 Juni 2026
Terkini

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026

IPSI Manggarai Barat Lepas Delapan Atlet ke Kejurda Pencak Silat NTT di Ruteng

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.