Ruteng, VoxNTT.com – Desa Nggalak, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki segudang potensi pertanian yang dapat menunjang perekonomian masyarakat.
Potensi pertanian seperti porang, padi, cengkeh, vanili dan cokelat terus menjadi primadona masyarakat dari tahun ke tahun. Dari sejumlah potensi itu, porang masih menjadi salah satu potensi terbesar Desa Nggalak.
Dengan budi daya porang, petani di wilayah itu mampu menghasilkan sekitar 5.000 ton porang setiap tahun dan itu merupakan penghasil terbesar untuk Kabupaten Manggarai.
Pemasaran porang pun dilakukan melalui pemodal atau perantara yang datang langsung ke kampung Nggalak menjemput hasil pertanian itu untuk selanjutnya dieksport ke Pabrik Jawa Timur.
Porang biasanya dijual oleh para petani Desa Nggalak dalam bentuk basah. Hal tersebut dilakukan agar stabilitas harga porang tetap membaik di tengah inflasi nasional.
“Porang biasanya dijual dalam bentuk umbi yang masih basah ke para pemodal atau perantara. Petani disini kerap panennya tiap tahun dan hasilnya bisa sampai 5000 ton, sebuah capaian yang membanggakan,” kata Kepala Desa Nggalak, Konradus Dain.
Selain porang, potensi pertanian lain seperti padi, cengkih, cokelat dan vanili juga mampu menunjang kebutuhan ekonomi masyarakat Desa Nggalak.
Saat ini Desa Nggalak memiliki 19 kelompok tani produktif yang mengelolah kurang lebih 130 hektare lahan di lima dusun.
Konradus Dain berharap potensi ini dapat lebih tumbuh produktif setiap tahunnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai, Aven Mbejak berharap seluruh potensi pertanian di Desa Nggalak mampu menjaga ketahanan pangan nasional di tengah situasi ekonomi global yang kurang stabil.
Menurut Aven, potensi pertanian Desa Nggalak memang sangat luar biasa terutama hasil padi sawah, porang serta komoditi lainnya.
Karena itu masyarakat diminta untuk fokus pada sektor pertanian itu sebagai upaya menjaga ketahanan pangan.
“Potensi pertanian Desa Nggalak memang semuanya merata di setiap dusun. Kita berharap agar potensi yang sedang dimanfaatkan itu mampu menjaga ketahanan pangan,” kata Anggota DPRD Dapil Cibal – Reok itu.
Aven juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Manggarai yang menetapkan Dusun Singkul sebagai kawasan ekonomi khusus. Bagi Aven, dukungan ini merupakan langkah yang tepat dengan melihat potensi pertanian di Desa Nggalak.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Manggarai yang telah memperbaiki dan meningkatkan infrastruktur jalan di Desa Nggalak, mulai dari lapen, irigasi hingga pembukaan lahan baru pertanian.
“Kita berharap dukungan tersebut bisa menopang ekonomi masyarakat Desa Nggalak secara khusus dan masyarakat Reok Barat pada umumnya,” ujar Putra asli Wontong, Desa To’e, Kecamatan Reok Barat itu.
Penulis: Berto Davids

