Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Video MBG Diduga Busuk di Reok Viral, DPRD Minta Evaluasi SPPG
KESEHATAN

Video MBG Diduga Busuk di Reok Viral, DPRD Minta Evaluasi SPPG

By Redaksi18 Maret 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
MBG busuk dan tak layak dikonsumsi di Kecamatan Reok terekam dalam video viral 2 menit 41 detik. (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Video dugaan makanan bergizi gratis (MBG) tidak layak konsumsi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, viral di media sosial. Rekaman berdurasi dua menit 41 detik yang diperoleh VoxNtt.com pada Selasa malam, 17 Maret 2026, memperlihatkan protes seorang orang tua siswa terhadap kualitas makanan yang dibagikan.

Dalam video itu, orangtua siswa mempersoalkan menu MBG yang dibawa pulang anaknya dari SDN Reo 1. Ia menyebut makanan berupa tahu dan daging ayam sudah dalam kondisi busuk sehingga tidak layak dikonsumsi.

MBG tersebut diduga didistribusikan oleh Yayasan Insan Karya Putera melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Kelurahan Reo, Kecamatan Reok.

Menanggapi video viral itu, anggota DPRD Kabupaten Manggarai daerah pemilihan Cibal–Reok, Aven Mbejak, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan SPPG, baik di Kecamatan Reok maupun di seluruh wilayah Manggarai.

Menurut Aven, persoalan makanan tidak higienis diduga berkaitan dengan manajemen dapur yang belum optimal.

Ia meminta BGN mengambil langkah tegas, termasuk kemungkinan penghentian sementara operasional dapur yang bermasalah.

“Kita mendesak BGN untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen SPPG di Kabupaten Manggarai. Bila perlu hentikan dulu penyediaannya, lakukan pembenahan agar tidak ada lagi kasus serupa di kemudian hari,” tegas Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan itu.

Aven juga menilai sejumlah kasus MBG sebelumnya telah menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Ia menyinggung kejadian serupa di Kecamatan Satarmese dan Reok yang membuat orang tua dan anak-anak menjadi waswas.

“Program ini merupakan langkah strategis Presiden Prabowo, niatnya tentu sangat baik, tetapi kalau pelaksanaan di tingkat bawahnya belum siap sebaiknya jangan dulu dipaksakan, kasihan anak-anak kita kalau terjadi keracunan pasti akan muncul krisis kepercayaan terhadap SPPG dan pengelolahnya,” pungkas Aven.

“Sekali lagi saya minta BGN segera mengevaluasi seluruh SPPG demi menciptakan kenyamanan anak bangsa yang mengkonsumsi MBG,” tambahnya.

Dalam video yang beredar, orangtua siswa tersebut juga menyampaikan keluhannya secara langsung.

“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, selamat siang buat semuanya terkhusus para karyawan Dapur MBG di Kecamatan Reok.”

“Hari ini SPPG Dapur Kelurahan Reo berulah lagi yang mana kemarin dulu mereka memberikan telur mentah yang belum matang dan hari ini mereka berulah lagi dengan memberi tahu busuk dan daging ayam busuk,” ujar orangtua murid dalam video viral yang diperoleh VoxNtt.com itu.

Ia menyebut kejadian serupa telah terjadi berulang kali. “Ini untuk SPPG yang mendistribusikan MBG ke SDN Reo 1. Sudah sekian kalinya mereka berulah, hari ini kasih ayam busuk dan tahu busuk, sangat tidak layak untuk dikonsumsi, dimana letak gizinya, dimana letak protein mineralnya,” ujarnya.

“Ok sekian dan terima kasih, tolong perhatiannya Dapur yang mendistribusikan MBG ke SDN Reo 1 karena kalian ini sering memberikan makanan busuk. Kemarin dulu juga telur busuk dan kemarin saya baru siaran langsung makanannya bagus tetapi hari ini berulah, ada tahu busuk dan ayam busuk. Saya belum tanya semua anak kompleks karena baru Ridho saja yang pulang guys,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Kepala SPPG Reo, Maria Intan Liko, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan orang tua yang menyampaikan keluhan tersebut.

Ia mengakui adanya laporan terkait menu ayam ungkep yang diduga mengalami penurunan kualitas.

Namun, berdasarkan pengecekan kepada sejumlah guru dan penerima manfaat lainnya, sebagian besar makanan yang dibagikan pada hari yang sama dinilai masih dalam kondisi baik dan layak konsumsi.

Ia menegaskan seluruh makanan yang diproduksi telah melalui prosedur keamanan pangan. Menurut dia, terdapat faktor eksternal yang dapat memengaruhi kualitas makanan setelah didistribusikan, termasuk suhu udara di wilayah Reok yang relatif panas.

“Ada kemungkinan makanan berada cukup lama di luar suhu ideal sebelum sampai ke rumah. Sebagai langkah tanggung jawab, tim SPPG melakukan cross-check langsung ke sekolah-sekolah dan hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas anak-anak penerima manfaat telah mengonsumsi menu tersebut tanpa kendala,” tutupnya.

Penulis: Berto Davids

Aven Mbejak DPRD Manggarai Kabupaten Manggarai Kecamatan Reok Program Makan Bergizi Gratis SDN Reo 1
Previous ArticleCerpen: Dermaga Kesetiaan di Rahim Bintuni

Related Posts

Anggota DPRD Berharap Potensi Pertanian Desa Nggalak Mampu Jaga Ketahanan Pangan

17 Maret 2026

Guru Honorer Asal Manggarai Barat Diringkus Polisi Usai Curi Sepeda Motor

16 Maret 2026

Potensi Desa Nggalak: Dari Gapoktan Produktif hingga Penghasil Porang Terbesar di Manggarai

15 Maret 2026
Terkini

Video MBG Diduga Busuk di Reok Viral, DPRD Minta Evaluasi SPPG

18 Maret 2026

Cerpen: Dermaga Kesetiaan di Rahim Bintuni

17 Maret 2026

Bupati Ngada Cabut SK Pengangkatan Sekda

17 Maret 2026

Kuasa Hukum Minta Penyidik Periksa Dewan Pengawas Notaris dalam Kasus Albert Riwu Kore

17 Maret 2026

Poktan Laudato Si Kenda Terima Subsidi KWI Rp32 Juta untuk Ternak dan Hortikultura

17 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.