Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pojok Info»Pemuda 22 Tahun Ditemukan Meninggal di Dekat Tenda Pengungsian Pascagempa Nagekeo
Pojok Info

Pemuda 22 Tahun Ditemukan Meninggal di Dekat Tenda Pengungsian Pascagempa Nagekeo

By Redaksi20 Agustus 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jenazah Us dikembalikan ke keluaganya usai ditemukan tewas tak wajar di tenda pengungsian pada Kamis dini hari, 20 Agustus 2026 di sebuah dahan pohon
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, VoxNTT.com – Seorang pemuda berinisial Us (22), warga Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, dilaporkan meninggal dunia pada hari kelima setelah gempa bumi melanda Kabupaten Nagekeo pada 15 Agustus 2026.

Jasad Us ditemukan beberapa meter dari tenda pengungsian oleh kakaknya pada Kamis dini hari, 20 Agustus 2026. Jasad korban ditemukan pada sebuah dahan pohon setelah gempa susulan terjadi sekitar pukul 03.00 Wita.

Jasad korban kemudian dibawa ke Puskesmas Danga, ibu kota Kabupaten Nagekeo, untuk kepentingan pemeriksaan. Setelah itu, jasad korban diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Tokoh pemuda asal Kecamatan Aesesa, Hery Amekae, mengatakan korban mengalami perubahan perilaku sejak gempa pertama terjadi lima hari sebelumnya.

Menurut Hery, dampak bencana terhadap kondisi psikologis warga di desanya saat ini hampir dirasakan secara merata. Kondisi tersebut, kata dia, antara lain dipicu oleh kerusakan rumah, kehilangan harta benda, serta perasaan tidak mendapat perhatian pemerintah.

Ia juga menilai kondisi di lokasi pengungsian berpotensi memengaruhi solidaritas dan empati sosial antarpenyintas, terutama ketika terjadi ketimpangan dalam penerimaan bantuan.

“trauma, ketakutan, kehilangan dan ketidakpastian penanganan. Itu saja yang warga disini alami. Mereka yang pendiam pasti bertanya dalam hati, apakah mereka masih diperhatikan atau tidak,” ujar Hery.

Hery mengatakan ketidakpastian mengenai bantuan, tempat tinggal, kebutuhan dasar, hingga masa depan keluarga dapat memperburuk kondisi psikologis para penyintas bencana.

Menurutnya, penanganan kedaruratan bencana oleh pemerintah tidak boleh hanya berfokus pada jumlah rumah yang rusak maupun bantuan yang telah disalurkan. Kondisi kesehatan fisik dan mental masyarakat, kata dia, juga perlu menjadi perhatian karena para penyintas masih menghadapi ketakutan dan trauma pascabencana.

Hery menyarankan pemerintah segera menghadirkan tenaga pendamping psikososial di lokasi pengungsian untuk membantu masyarakat menghadapi dampak psikologis akibat bencana serta meminimalkan risiko terjadinya kejadian serupa.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Gempa Bumi Kabupaten Nagekeo Nagekeo
Previous ArticleKepala Bapanas Pastikan Beras Pengungsi NTT Aman
Next Article Solidaritas Penyintas Gempa Nagekeo Mulai Renggang, Masalah Pengungsian Makin Kompleks

Related Posts

Gubernur NTT: Gempa Boleh Mengguncang, tapi Jangan sampai Ada Warga yang Tertinggal

9 September 2026

Gubernur NTT Pastikan Penanganan Gempa Palue Berlanjut

9 September 2026

Partai Perindo Terus Bergerak, Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak di Manggarai Barat

9 September 2026
Terkini

Benturan Budaya Generasi Z dalam Birokrasi Feodal

10 September 2026

Gubernur NTT: Gempa Boleh Mengguncang, tapi Jangan sampai Ada Warga yang Tertinggal

9 September 2026

Gubernur NTT Pastikan Penanganan Gempa Palue Berlanjut

9 September 2026

Partai Perindo Terus Bergerak, Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak di Manggarai Barat

9 September 2026

Bantuan Bencana: Dari Sembako Ke Masa Depan Anak

8 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.