Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Min Dan Apriamadonna: Nama dalam Kesunyian
Sastra

Min Dan Apriamadonna: Nama dalam Kesunyian

By Redaksi11 Februari 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Min Dan Apriamadonna: Nama dalam Kesunyian

Di ruang sunyi, namamu berbisik,
Min dan Apriamadonna, dua bayang yang licik.
Tak nyata, tapi sering disebutkan,
Dalam lirih bisik dalam tawa yang menyesakkan.

Di ruang ini, semua kepalsuan terbuka,
Nama kalian melayang, begitu saja.
Tak ada rasa takut, tak ada gentar,
Sebab di sini, kejujuran hanya sekadar khayal.

Apakah di ruang peduli, kalian masih disebut?
Ah, tentu tidak, tak ada yang sanggup.
Di sana, hanya ada cahaya yang terang,
Tak bisa kalian berlindung dalam bayang.

Cintaku Min, mengapa masih bertahan?
Menjaga dusta yang rapuh yang sudah usang.
APriamadonna, tunjukkan wajahmu,
Jangan hanya menjadi ilusi dalam kelabu.

Aku fans beratmu sayang, dulu kupikir kau nyata,
Di depan kau bintang, bersinar penuh cahaya.
Namun di sini, yang kudapat hanya prank,
Bayangan kosong janji yang berderak dan retak.

Namamu gagah, Min, terdengar ngeri,
APriamadonna, kau anggun, tapi hanya fatamorgana sunyi.
Sebuah terapi yang ternyata hampa,
Obat yang kujilat, hanya rasa kosong tersisa.

Kamu dua, sadarilah nasibmu,
Di ujung jalan kepalsuanmu menggerogoti dirimu.
Tak ada yang bisa lari dari kebenaran,
Dan kamu berdua akan tenggelam dalam kenyataan.

Kenyang ko pergi jauh,
Aku tertinggal dengan kuah kosong yang lusuh.
Min dan Apriamadona alasan kepalsuan,
Tak ada pegangan hanya bayangan yang melayang.

Kamu tahu bukan?
Bahwa akhirnya kau akan terseret,
Dalam pusaran dusta yang kau bangun sendiri,
Dalam nadi kebohongan yang mengalir sunyi.

Aku tak percaya, aku tak bisa percaya,
Dan karena itu, kalian jatuh dalam cela.
Kejujuran adalah napas yang menenangkan,
Tapi kalian memilih topeng yang menyesakkan.

Min dan Apriamadonna, akhirnya kalian tahu,
Bahwa bayangan tak bisa selamanya bersembunyi di balik malam.
Terang akan datang, menyapu kepalsuan,
Dan kalian akan tinggal nama dalam cerita yang usang.
………… ….
Oleh; Kristina Leri, S. Pd., Gr
Facebook; Christina Chitin LA
tiktok; Haneycco_Welanai

Kristina Leri
Previous ArticleProgram Ketahanan Pangan Harus Jadi Garapan Investigasi Wartawan
Next Article Benny Harman Dukung Revisi KUHAP untuk Cegah Penyimpangan Penegak Hukum

Related Posts

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026

Pilu yang Tidak Pernah Sembuh

3 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.