Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Dua Bocah di Ende Tewas Mengapung Setelah Diseret Arus Air Laut
Regional NTT

Dua Bocah di Ende Tewas Mengapung Setelah Diseret Arus Air Laut

By Redaksi11 April 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Dua bocah ditemukan tewas mengapung setelah diseret arus laut di Pantai Utara, Desa Aewora, Kecamatan Maurole Kabupaten Ende, Selasa (11/4/2017) sekitar pukul 09.15 wita.

Dua bocah tersebut diketahui Maria Faustina Monelaka (6) dan Maria Okta Via Kanga (4) warga dusun Aewora 1.

Menurut data yang diperoleh dari Kepolisian, awalnya dua bocah ini bermain di muara Nanga Gusi bersama empat anak lainnya.

Mereka bermain sambil mencari siput di sekitar muara. Tiba-tiba keduanya langsung diseret arus gelombang hingga ke tengah laut.

“Mereka bermain di muara lalu langsung diseret arus laut sampai ke laut kepada,”ungkap Kapolres Ende, AKBP Ardiyan Mustaqim terpisah, Selasa (11/4) malam.

Kemudian empat teman lainnya berteriak lantas meminta bantuan warga. Warga langsung datang mengangkat dua korban yang terlihat terapung di laut lepas.

Kedua korban kemudian diantar ke Puskesmas Maurole untuk divisum.

“Mereka semua tidak bisa berenang. Warga lalu mengangkat kedua korban,”katanya.

“Hasil visum tidak ada tanda kekerasan. Keluarga menerima musibah itu,”tambah Kapolres. (Ian Bala/VoN)

Ende
Previous ArticleGelar Rakerkesda di Hotel Mewah, Dinkes Matim Dinilai Tak Peka dengan Nasib Warga
Next Article Blangko e-KTP Belum Ada, Warga Matim Menilai Disdukcapil Masa Bodoh

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.