Ruteng, VoxNTT.com – Dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai, Yosef Hasmi dan Largus Nala, turun langsung meninjau proyek Rehabilitasi Pemeliharaan Periodik Jalan Rampasasa–Compang Cibal pada Sabtu, 22 November 2025.
Peninjauan dilakukan menyusul sorotan warga Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat, dua hari sebelumnya terkait kualitas pengerjaan proyek tersebut.
Yosef Hasmi, anggota DPRD dari Fraksi PAN mengatakan, kehadirannya merupakan bagian dari tugas pengawasan terhadap proyek pembangunan pemerintah.
“Hal ini sesuai dengan tugas dan kapasitas saya sebagai anggota DPRD,” kata ketua DPD PAN Manggarai itu.
Ia menyampaikan tinjauan dilakukan setelah menerima keluhan warga mengenai sistem kerja dan jenis material yang digunakan. Warga menduga material yang dipakai tidak sesuai spesifikasi.
“Tugas kami adalah mengawasi apakah pekerjaan proyek sudah sesuai aturan atau tidak. Artinya, kualitas pekerjaan harus benar-benar sesuai spesifikasi. Sehingga tidak merugikan kontraktor dan masyarakat penerima manfaat,” tegasnya.
Yosef menambahkan, pembangunan infrastruktur merupakan investasi jangka panjang untuk kepentingan masyarakat. Namun ia menyayangkan jika kualitas pekerjaan buruk hingga menyebabkan kerusakan hanya beberapa bulan setelah proyek selesai.
“Kita dorong agar kualitas pekerjaan jalan ini sesuai apa yang kit harapkan, tentu dalam hal ini sesuai dengan anggaran yang ada,” pungkasnya.
Ia berharap kontraktor segera memperbaiki kerusakan demi menjaga mutu infrastruktur di Manggarai.
Sementara itu, anggota DPRD dari Fraksi Demokrat, Largus Nala atau Arlan Nala mengapresiasi langkah warga yang berani membongkar lapen yang dianggap tidak berkualitas.
“Sehingga dengan itu kita semua membuka mata dan akhirnya hari saya datang pantau langsung untuk memastikan kualitas proyek ini,” kata Arlan.
Arlan mengaku menemukan beberapa titik yang janggal dan diduga tidak sesuai spesifikasi.
Ia meminta PPK Dinas PUPR Kabupaten Manggarai maupun kontraktor untuk segera memperbaiki kerusakan yang ada.
Arlan menegaskan, proyek harus menghasilkan jalan yang baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Jangan menghakimi alam sebagai alasan bahwa kualitas proyek ini tidak berkualitas,” ucap Arlan.
Ia menambahkan, proyek telah melibatkan tim teknis dan konsultan yang memahami kondisi lapangan, sehingga alasan teknis seharusnya tidak menjadi dalih atas kualitas yang buruk.
“Jadi jangan alasan sebagai hasil kerja yang tidak berkualitas,” tutupnya.
Kerusakan Disebabkan Tanah Labil dan Cuaca
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Kabupaten Manggarai, Citra menjelaskan, kerusakan terjadi karena kondisi tanah yang labil dan faktor cuaca.
“Tapi kami pastikan yang ini rusak ini akan dikerjakan ulang oleh kontraktor pelaksana,” kata Citra.
Terkait material, ia menegaskan, semuanya telah melalui uji laboratorium, termasuk pengiriman aspal sebanyak tiga kali dengan standar ketebalan tertentu.
“Dan kami pastikan proyek ini kami tidak akan melakukan PHO ketika ketika kondisinya rusak seperti ini,” tegasnya.
Kontraktor pelaksana, Ino Polce, menyampaikan terima kasih atas laporan masyarakat yang menjadi bentuk pengawasan terhadap pembangunan di Manggarai.
“Tentu laporan itu saya apresiasi karena itu sebagai bentuk pengawasan mereka terhadap mutu pembangunan infrastruktur di Manggarai,” katanya.
Ia memastikan kerusakan sepanjang 16 meter akan dikerjakan ulang secara total.
“Sesuai instruksi PPK tadi kerusakan sepanjang 16 meter itu nanti diperbaiki dengan cor rabat,” tutupnya.
Proyek Rehabilitasi Pemeliharaan Periodik Jalan Rampasasa–Compang Cibal dikerjakan oleh CV Watu Waja, bersumber dari Dana Alokasi Umum 2025 dengan nilai kontrak Rp1.484.885.900. Konsultan pengawas adalah CV Mandira Design Konsultan.
Kontributor: Isno Baco

