Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Sinyal Pergantian Sekretaris PKB Nagekeo Menguat, Isu Studi Tiru dan Dugaan Mafia Anggaran Mencuat
HUKUM DAN KEAMANAN

Sinyal Pergantian Sekretaris PKB Nagekeo Menguat, Isu Studi Tiru dan Dugaan Mafia Anggaran Mencuat

By Redaksi30 April 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Odorikus Goa owa, Politikus PKB Nagekeo (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, VoxNTT.com – Menguatnya sinyal pencopotan Odorikus Goa Owa dari jabatan Sekretaris PKB Nagekeo menjelang pelaksanaan muktamar partai disebut menjadi pemicu munculnya polemik internal.

Situasi ini juga dikaitkan dengan mencuatnya isu dugaan praktik bagi-bagi bonus oleh Ketua DPRD sekaligus Ketua DPC PKB Nagekeo, Safar.

Pengakuan Odorikus kepada awak media terkait polemik di balik kegiatan studi tiru masih menuai kontroversi.

Ia sebelumnya telah menyanggah sejumlah informasi melalui media lain, termasuk menyampaikan keberatan atas pemberitaan yang dinilainya tidak berimbang dengan menggunakan istilah “Perut Kosong”.

Seorang kader PKB yang enggan disebutkan namanya menilai manuver Odorikus berpotensi merusak citra DPRD Nagekeo.

Selain itu, pernyataannya yang mengungkap dugaan pemborosan anggaran di tengah kondisi masyarakat juga dinilai dapat memengaruhi posisi Safar sebagai Ketua DPC PKB Nagekeo menjelang muktamar yang direncanakan berlangsung bulan depan.

“Odorikus kemungkinan didepak, selain kinerjanya buruk dia juga susah berkontribusi untuk partai,” ujar sumber tersebut.

Sumber yang sama menyebut, kemampuan komunikasi Odorikus dinilai cukup kuat dan berpotensi memengaruhi dinamika internal partai.

Ia juga dikenal sebagai pihak yang memperkenalkan istilah “Perut Kosong” untuk menggambarkan kondisi keterbatasan informasi dalam proses pemberitaan.

Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Nagekeo, Yohanes Baptista Moni menilai penggunaan istilah tersebut sebagai upaya mengelabui insan pers.

Ia juga menyinggung peran Odorikus dalam mengungkap dugaan praktik mafia anggaran di DPRD Nagekeo.

“Apa yang disampaikan Odorikus itu semata-mata untuk menutupi agenda utamanya yang ingin menguasai PKB Nagekeo saat muktamar dan melenyapkan Safar,” ujar Donny.

Dugaan praktik mafia anggaran yang sebelumnya diungkap Odorikus kini mendapat respons dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Nagekeo.

Dalam pertemuan yang digelar pada Rabu malam, 29 April 2026, para aktivis GMNI menyatakan akan menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Nagekeo dan Polres Nagekeo.

Aksi tersebut bertujuan menuntut transparansi penggunaan anggaran studi tiru serta mendesak aparat kepolisian untuk menyelidiki dugaan mafia anggaran di DPRD sebagaimana yang pernah diungkap Odorikus.

“Kalau urusan dia ingin menggulingkan Ketua DPRD sekaligus Ketua Partai PKB, itu urusannya sendiri. Fokus tuntutan kamihanya pada Mafia bagi-bagi bonus,” ujar perwakilan GMNI, Hendro Gore.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Arjuna Nagekeo PKB PKB Nagekeo
Previous ArticleDinas PUPR NTT Keruk Sedimen dan Normalisasi Sungai di Malaka Pascabanjir
Next Article Pemprov NTT Jajaki Investor Pembangunan Kawasan Marina dan Terminal Wisata Labuan Bajo

Related Posts

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
Terkini

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026

IPSI Manggarai Barat Lepas Delapan Atlet ke Kejurda Pencak Silat NTT di Ruteng

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.