(Senin MB XII, 22 Juni 2026, Tahun A; 2 Raj 17:5-8, 13-15a,18; Mzm 60:3.4-5.12-13; Mat 7:1-5)
Manusia sering memasukkan balok dan selumbar pada matanya. Yang menghalanginya untuk melihat dirinya secara benar, melihat sesama secara adil dan jujur, melihat Tuhan dengan setia dan iman. Keduanya dari alam. Keluarkan balok dan selumbar dari mata manusia maka alam selamat.
Oleh: Rm. Inosensius Sutam
1
Aman dengan Diri, Tuhan Ditentang, Sesama Dihakimi, Alam Dikeruk
Manusia mencari rasa aman dan nyaman. Pilarnya adalah kepintaran, kuasa, kekayaan, seks, popularitas, legasi. Dirinya menjadi sentral. Semua hanya satelit di luar dirinya. Karena itu perintah Tuhan dilanggar. Agama yang sesuai dengan nafsunya diciptakan dan diikuti. Sesama dihakimi.
2
Masuklah pada Hadapan Allah Setia, Sebelum Masuk dalam Dunia
Bacaan pertama lagi-lagi dikisahkan (a) orang Israel yang tidak setia an berdosa kepada Tuhan yang setia kepada mereka: (i) menolak ketetapan dan perjanjian yang sudah dibuat; (ii) membuang peraturan. (b) Mereka hidup menurut adat-istiadat bangsa-bangsa lain yang menjadi musuhnya dan telah diusir Tuhan dari hadapan mereka, dan (c) menyembah Allah mereka.
3
(d) Mereka sudah diperingati lewat para nabi yang diutus Tuhan. Namun mereka tidak mau mendengarkan. (e) akibatnya Tuhan sangat murka; (f) mereka diusir dari hadapan Tuhan, diserahkan ke bangsa Asyur dan dibuang ke Asyur.
4
Masuklah dalam Diri, Sebelum Keluar
Dalam Injil, Yesus mengingatkan dua hal yang sebenarnya satu dan sama: (a) jangan menghakimi, supaya tidak dihakimi: (i) penghakiman dan (ii) ukuran yang dipakai untuk menghakimi akan dipakai juga menghukumi diri sendiri
5
(b) Jangan melihat selumbar dalam mata sesame, sementara balok dalam sendiri tidak dilihat: (i) keluarkan dulu balok dalam mata sendiri, agar (ii) kita melihat dengan jelas dan mengeluarkan selumbar pada mata sesama.
6
Keluarkan Balok dan Selumbar, Alam akan Selamat
Pesan bacaan hari ini untuk kita:
Pertama, setia artinya masuklah ke hadapan Tuhan dan setia memegang janji, perintah, dan aturannya. Setelahnya, boleh keluar dan memasuki dunia untuk membawa pesan Tuhan bukan untuk mengikuti dunia. Masuklah dalam diri, dan periksa diri dengan baik. Bersihkan diri. Setelah itu baru keluar dan mengeritik sesama. Dengan itu, kita tidak menjadi orang yang diserang dan menjadi buangan dan terasing dari kehidupan ini.
7
Kedua, tidak setia pada Tuhan akan menyebabkan kita lupa diri, dan menganggap diri benar, dan seperti Tuan dan Tuhan. Lalu menghakimi dan menghukum sesame dengan aturan dan ukuran yang membela kepentingan diri dan menghantar orang lain pada posisi sebagai orang yang menempatkan kita sebagai pusat.
8
Ketiga, dimensi ekologis dari bacaan hari ini adalah negeri, kota, sungai, bukit, balok, selumbar, nama wilayah/bangsa seperti Samaria, Asyur, dll. Manusia sering menciptakan alah-alah lain yang disembahnya seperti kekayaaan yang dengannya kuasa, seks, popularitas, legasi diperoleh. Alam sering “dihakimi” (dikelola/dikeruk) dengan ukuran dan kebutuhan manusia. Bukan menurut eksistensi alam sendiri yang telah mendukung hidupnya. Manusia sering memasukkan balok dan selumbar pada matanya. Yang menghalanginya untuk melihat dirinya secara benar, melihat sesama secara adil dan jujur, melihat Tuhan dengan setia dan iman. Keduanya dari alam. Keluarkan balok dan selumbar dari mata manusia maka alam selamat.

