Borong, VoxNTT.com – Warga bergotong royong memperbaiki ruas jalan Benteng Jawa–Bawe, tepatnya di tanjakan Wae Laing, Desa Compang Mekar, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, pada Jumat, 3 Juli 2026. Aksi swadaya itu menjadi bentuk kepedulian masyarakat sekaligus kritik terhadap lambannya penanganan infrastruktur jalan oleh pemerintah.
Sejak pagi, puluhan warga Kampung Lompong, Desa Golo Lembur, Kecamatan Lamba Leda berdatangan membawa cangkul, sekop, pasir, dan semen. Mereka bahu-membahu menambal badan jalan yang rusak dan berlubang agar dapat dilalui kendaraan dengan lebih aman.
Keringat para pekerja bercucuran di bawah terik matahari. Namun semangat gotong royong tidak surut. Di tengah pekerjaan yang menguras tenaga, sejumlah ibu-ibu turut ambil bagian dengan menyiapkan pangan lokal sebagai makan siang bagi para pekerja.
Menu sederhana hasil olahan sendiri disajikan sebagai bentuk dukungan kepada warga yang bekerja memperbaiki akses jalan yang selama ini menjadi jalur utama penghubung masyarakat.
Safrianus Melki, seorang warga yang ikut bakti sosial mengaku terpaksa turun tangan karena kondisi jalan semakin memprihatinkan dan dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.
Keker, sapaan karibnya, berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur tidak menutup mata terhadap kerusakan infrastruktur yang telah lama dikeluhkan masyarakat.
“Jalan ini sudah rusak parah, padahal setahun lalu baru perbaik. Pembangunan macam apa yang kualitas rendah begini? Kami kecewa,” kata Keker ditemui di lokasi perbaikan jalan.

Menurut dua, aksi gotong royong tersebut juga menjadi pesan bahwa masyarakat masih menjaga budaya saling membantu. Namun, Keker menilai pembangunan dan pemeliharaan jalan merupakan tanggung jawab pemerintah sehingga tidak seharusnya terus dibebankan kepada masyarakat.
Melalui aksi swadaya itu, Keker berharap pemerintah daerah maupun Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki ruas jalan Benteng Jawa–Bawe secara permanen agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat tidak terus terganggu.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai Timur, Ferdinandus Mbembok, mengapresiasi inisiatif dan semangat gotong royong masyarakat yang melakukan bakti sosial memperbaiki ruas jalan Benteng Jawa–Bawe.
Menurut Ferdinandus, aksi tersebut menjadi bukti nyata bahwa masyarakat memiliki rasa kepedulian dan tanggung jawab yang tinggi terhadap infrastruktur di daerahnya.
Ia mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya merealisasikan perbaikan dan peningkatan jalan secara permanen. Namun, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Sinergi antara pemerintah dan masyarakat seperti ini adalah energi positif untuk membangun Manggarai Timur yang lebih baik,” katanya. [VoN]

