Ruteng, VoxNTT.com – Gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 15 Agustus 2026, sekitar pukul 05.50 Wita. Gempa tersebut menyebabkan dua warga meninggal dan puluhan rumah dilaporkan ambruk.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT. Episentrum gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer sebelah timur laut Nagekeo. Gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami.
Dua warga yang meninggal merupakan pasangan suami istri (pasutri) asal Kecamatan Wae Ri’i. Keduanya adalah Romanus Tangkang dan Yuliana Madi, warga Kampung Welong, Desa Wae Mulu.
Keduanya dilaporkan tewas setelah tertimpa tembok rumah saat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar rumah ketika gempa terjadi.
Selain korban jiwa, sekitar 30 rumah warga dilaporkan ambruk akibat gempa. Warga memilih mengungsi dan mendirikan tenda darurat di lapangan desa karena khawatir terjadi gempa susulan.
“Pasutri meninggal, rumah-rumah juga banyak yang rubuh. Kami semua keluar dan sekarang buka tenda di lapangan biar aman,” ujar Tedorus Weke, salah seorang warga Welong.
Tedorus mengatakan turut membantu mendata kerusakan untuk diserahkan kepada pihak terkait.
Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan serta menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak.
“Saya juga turut membantu pendataan agar secepatnya mendapat bantuan karena pihak keluarga dan seluruh masyarakat Wae Mulu saat ini masih diliputi duka dan membutuhkan uluran tangan” ujar pria yang maju Cakades Wae Mulu ini.
Penulis: Berto Davids

