Mbay, VoxNTT.com – Bantuan kemanusiaan dari Rumah Juang Mas Wapres (R2J) untuk korban gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, dijadwalkan mulai didistribusikan pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Ketua Yayasan Pelita Harapan Rakyat, Oskarianus Meta Doi, mengatakan yayasannya menjadi penyalur resmi bantuan R2J khusus untuk wilayah Kabupaten Nagekeo. Bantuan tersebut terdiri atas ratusan kantong beras premium ukuran 5 kilogram, ratusan dus air mineral, dan 100 rak telur ayam.
“Target pertama penyaluran bantuan Mas Wapres ini kita utamakan untuk para pengungsi yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah maupun pihak swasta. Identifikasi kita, mereka berada di Mauponggo dan Keo Tengah,” ujar Oskar kepada VoxNtt.com pada Selasa, 18 Agustus 2026 dini hari.
Bantuan serupa juga akan disalurkan ke wilayah Ende Utara di bawah koordinasi Daniel Fridus Yanto, PIC R2J Nagekeo untuk wilayah Ende. Bantuan kemanusiaan tersebut sepenuhnya didukung PT Pupuk Kaltim dan PT Pupuk Indonesia Tbk.
Penyaluran bantuan dilakukan di tengah masih terbatasnya jangkauan bantuan pemerintah ke sejumlah lokasi pengungsian. Memasuki hari ketiga pascagempa Nagekeo, sejumlah bantuan dari para donatur telah mulai didistribusikan kepada korban.
Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada mengatakan pemerintah daerah sejauh ini belum menjangkau seluruh lokasi penampungan pengungsi. Selain tiga kamp pengungsian terpusat, terdapat lebih dari 50 titik pengungsian mandiri yang tersebar di kawasan hutan dan perbukitan dan belum tersentuh bantuan.
Gonzalo mengatakan penanganan pada hari pertama pascagempa belum dapat dilakukan secara optimal. Masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), masih berfokus menyelamatkan dan mengurus anggota keluarga masing-masing yang terdampak bencana.
Meski demikian, pemerintah bersama TNI dan Polri tetap melakukan penanganan di RSUD Aeramo pada hari pertama. Mereka membangun tenda darurat, menyiapkan tempat tidur dan genset untuk kebutuhan listrik, serta memobilisasi seluruh pasien dari dalam ruangan hingga malam hari dalam kondisi yang dinilai aman.
Pada hari kedua, yang bertepatan dengan Minggu, pemerintah mulai membuka donasi untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi. Namun, jumlah donasi yang masuk masih terbatas sehingga pendistribusian bantuan ke berbagai titik pengungsian belum dapat dilakukan secara maksimal.
Memasuki hari ketiga, bantuan dan donasi mulai berdatangan. Pemerintah kemudian menyalurkan sejumlah bantuan ke beberapa lokasi penampungan pengungsi sejak pagi hingga sore hari, meski jumlahnya masih terbatas.
Pemerintah menargetkan distribusi bantuan dilakukan lebih merata mulai hari keempat pascagempa. Aktivitas ASN yang mulai berjalan normal, keterlibatan relawan, serta bantuan dari berbagai pihak diharapkan mempercepat distribusi kebutuhan dasar kepada seluruh pengungsi.
“Termasuk di dalamnya sumbangan dari para ASN yang sebelumnya dialokasikan untuk kegiatan apel peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus yang kemudian tidak digunakan dan akan diarahkan untuk membantu penanganan para korban bencana,” tutup Wabup Gonzalo.
Penulis: Patrianus Meo Djawa

