Ruteng, VoxNTT.com – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah menyalurkan bantuan sembako kepada korban gempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 magnitudo di Kampung Lengor, Desa Pinggang, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut disalurkan oleh Polres Manggarai melalui Polsek Cibal pada Senin, 24 Agustus 2026.
Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah mengatakan, bantuan logistik tersebut diberikan kepada warga yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Polres Manggarai terus bergerak memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di wilayah Kabupaten Manggarai,” kata Kapolres Levi.
Menurut Levi, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama warga yang masih menghadapi dampak bencana dan keterbatasan kebutuhan sehari-hari.
Ia menegaskan, pendistribusian bantuan akan terus dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan masyarakat yang terdampak dan membutuhkan.
“Polri hadir bukan hanya dalam pelaksanaan tugas menjaga keamanan, tetapi juga untuk memberikan pelayanan dan membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian Polri kepada saudara-saudara kita yang terdampak gempa,” ujarnya.
Mewakili masyarakat Kampung Lengor, Paulus Rudi menyampaikan terima kasih atas bantuan dari Polda Jawa Tengah yang disalurkan melalui Polres Manggarai.
Paulus mengatakan, bantuan tersebut menjadi bantuan pertama yang diterima masyarakat Kampung Lengor dari pihak luar sejak gempa bumi terjadi, selain bantuan darurat dari Pemerintah Desa Pinggang.
“Berharap pihak lain juga terus memperhatikan kesulitan masyarakat yang menjadi korban gempa,” ucap Paulus.
Sementara itu, Kapolsek Cibal Iptu Harun R. Syarif memastikan bantuan kemanusiaan dari Polda Jawa Tengah yang telah tiba di Polsek Cibal akan terus didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak lainnya.
“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir, melayani, dan membantu masyarakat dalam masa tanggap bencana,” kata Iptu Harun.
Hingga kini, masyarakat Kampung Lengor, Desa Pinggang, masih membutuhkan bantuan dari berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan dasar selama berada di tempat pengungsian.
Penulis: Isno Baco

