Labuan Bajo, VoxNTT.com – Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT) Irjen Pol. Rudi Darmoko meninjau Rumah Susun (Rusun) Asrama Polres Manggarai Barat yang rusak akibat gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026. Peninjauan dilakukan pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Dalam kunjungannya, Rudi menemukan sejumlah personel Polres Manggarai Barat bersama keluarganya masih mengungsi di tenda yang didirikan di halaman depan rusun. Mereka memilih bertahan di tenda karena khawatir terhadap kondisi struktur bangunan yang mengalami keretakan.
“Saya hadir untuk mengecek langsung kondisi rusun anggota Polres Manggarai Barat sesuai arahan Bapak Kapolri. Anggota Polri di lapangan bertugas membantu dan menolong warga masyarakat korban bencana, namun di sisi lain mereka dan keluarganya sendiri juga menjadi korban dan harus mengungsi di depan rusun,” ujar Rudi di halaman Rusun Polres Manggarai Barat, Kamis, 27 Agustus 2026.
Rudi mengatakan Polda NTT sedang melakukan pendataan terhadap seluruh fasilitas kepolisian yang terdampak gempa di tujuh kabupaten di Pulau Flores. Pendataan tersebut menjadi dasar untuk menentukan prioritas perbaikan fasilitas yang rusak.
Berdasarkan data sementara Polda NTT, kerusakan fasilitas kepolisian meliputi sembilan Polsek, empat Polsubsektor atau Pospol, serta 54 unit asrama dan rusun Polri.
Dari sembilan Polsek yang terdampak, delapan mengalami rusak ringan dan satu rusak berat. Sementara itu, tiga dari empat Polsubsektor atau Pospol mengalami rusak ringan dan satu rusak berat.
Adapun dari 54 unit asrama dan rusun Polri yang terdampak, 42 unit mengalami rusak ringan dan 12 unit rusak berat.
“Sesuai perintah Bapak Kapolri, minggu ini seluruh kerusakan rumah anggota, kantor polsek, maupun pospol harus sudah terdata. Bangunan yang masuk kriteria rusak ringan akan menjadi prioritas utama perbaikan minggu ini, sedangkan untuk yang rusak berat akan kami usulkan ke Mabes Polri untuk penanganan lebih lanjut,” tegas Rudi.
Rudi mengatakan hingga kini tidak ada anggota Polri yang dilaporkan mengalami luka maupun meninggal dunia akibat gempa Flores.
“Hingga kini, tidak ada anggota Polri yang dilaporkan terluka atau meninggal dunia akibat gempa Flores,” tuturnya.
Selain memantau kondisi fasilitas kepolisian, Rudi memastikan distribusi bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa terus dilakukan. Bantuan disalurkan melalui jalur darat dan laut menggunakan kapal patroli Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTT, serta melalui jalur udara menggunakan helikopter dan pesawat Polri.
Menurut Rudi, distribusi bantuan juga menjangkau wilayah yang sulit diakses, termasuk Pulau Palue, Kabupaten Sikka.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, keselamatan korban adalah yang utama dan negara harus hadir di tengah rakyat. Kami sudah mendistribusikan bantuan Presiden sejak hari kedua, dan kemarin kami kembali menyalurkan 15 ton logistik berupa makanan, minuman, obat-obatan, serta pakaian ke Pulau Palue,” terangnya.
Rudi mengimbau masyarakat segera melaporkan kepada kepolisian apabila masih terdapat lokasi terdampak gempa yang belum menerima bantuan.
“Segera laporkan kepada kami jika ada lokasi terdampak yang belum menerima bantuan hingga saat ini,” ucapnya.
Penulis: Sello Jome

