Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pojok Info»Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur
Pojok Info

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

By Redaksi1 September 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Misa pemberkatan jenazah Paulina Jau, 56 tahun, warga Tangkul, Desa Rende Nao, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNTT.com – Duka menyelimuti keluarga Paulina Jau, 56 tahun, warga Tangkul, Desa Rende Nao, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Paulina meninggal dunia sekitar pukul 03.00 Wita, tak lama setelah gempa susulan bermagnitudo 6,0 mengguncang wilayah tersebut pada sekitar pukul 02.45 Wita.

Anak Paulina, Adrianus Rato, menceritakan detik-detik terakhir bersama ibunya kepada VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Adrianus mengatakan kondisi Paulina masih baik saat gempa susulan terjadi. Paulina bahkan sempat membangunkan anggota keluarga karena merasakan guncangan.

“Waktu gempa susulan terjadi, Mama baik-baik saja. Mama juga sempat bangunkan kami. Setelah itu kami tidur kembali,” tutur Adrianus.

Namun, sekitar tiga menit setelah gempa, kondisi Paulina tiba-tiba berubah. Adrianus mendengar suara seperti tangisan dari dalam kamar ibunya.

“Saya dengar Mama seperti menangis dari dalam kamar. Saat saya mau bangunkan Mama bersama saudara laki-laki saya, Mama sudah tidak berdaya,” ungkapnya.

Adrianus bersama anggota keluarga kemudian berusaha memberikan pertolongan. Namun, kondisi Paulina terus memburuk.

Menurut Adrianus, keluarga sempat mendengar napas Paulina sebanyak dua kali sebelum akhirnya meninggal dunia.

“Mama sempat mengenduskan napas dua kali. Sampai akhirnya Mama menghembuskan napas terakhir,” katanya.

Saat kejadian, Paulina berada di rumah bersama anak-anak dan anggota keluarganya. Keluarga menyadari kondisi Paulina memburuk sekitar pukul 03.00 Wita. Upaya pertolongan dilakukan, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Sempat Mengalami Serangan Jantung

Paulina diketahui sempat mengalami serangan jantung beberapa hari sebelum meninggal dunia.

Menurut Adrianus, Paulina mengalami serangan jantung pada Senin, 24 Agustus 2026. Sehari sebelum meninggal, kondisi kesehatannya juga sempat menurun dan ia diperiksa oleh seorang bidan.

Saat itu, kata Adrianus, Paulina disebut mengalami tekanan darah rendah.

Kondisi tersebut membuat keluarga tidak menyangka Paulina akan meninggal dunia pada dini hari setelah gempa susulan.

Salah satu kenangan terakhir Adrianus bersama ibunya terjadi pada malam sebelum Paulina meninggal.

“Kenangan terakhir kami bersama Mama waktu acara ‘takung naga mbaru’,” tuturnya.

Adrianus mengatakan keluarga kini merindukan kebersamaan bersama Paulina seperti sebelumnya.

“Yang kami rindukan dari Mama sekarang, ingin berkumpul kembali seperti dulu. Ingin berkumpul kembali seperti dulu dan ingin mendengarkan suaranya lagi,” ucap Adrianus.

Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur, Winsensius Tala, S.Pd., M.Pd., membenarkan telah menerima informasi mengenai meninggalnya Paulina.

Kepada VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp pada Sabtu malam, Winsensius mengatakan pihaknya mendapat informasi bahwa Paulina memiliki riwayat serangan jantung.

“Iya, betul. Iya, nanti ada bantuan pribadi dari saya, karena dia bukan kategori karena gempa,” kata Vinsensius.

“Ada riwayat sebelumnya. Makanya saya kasih santunan pribadi”, tambahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Winsensius terkait status Paulina dalam penanganan dampak bencana gempa.

Kepergian Paulina menambah duka keluarga di tengah rangkaian gempa susulan yang masih terjadi di wilayah Manggarai Timur.

Bagi keluarga, Paulina bukan hanya seorang ibu, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan dan kebersamaan mereka. Kini, suara dan kebersamaan bersama sang ibu tinggal kenangan.

Kontributor: Leo Jehatu

Gempa Gempa Bumi Gempa Flores Manggarai Timur Matim
Previous ArticleKisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

Related Posts

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026

Penanganan Masih Jauh dari Ideal, Pemerintah Diminta Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores

1 September 2026

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Manggarai Barat yang Rusak akibat Gempa

28 Agustus 2026
Terkini

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026

Penanganan Masih Jauh dari Ideal, Pemerintah Diminta Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores

1 September 2026

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Manggarai Barat yang Rusak akibat Gempa

28 Agustus 2026

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.