Borong, VoxNTT.com – Sebuah video yang menampilkan warga menginjak-injak bantuan berupa beras dan mie instan viral di media sosial Facebook sejak Senin, 7 September 2026.
Dalam video itu tidak dijelaskan di mana lokasinya. Namun, dari suara terdengar ada bahasa Manggarai.
Video itu pun mendapat banyak komentar netizen di Facebook. Hingga kini peristiwa tersebut masih menjadi perbincangan di media sosial.
Berdasarkan penelusuran VoxNtt.com, peristiwa itu terjadi di Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar. Media ini pun berhasil mengecek kebenaran informasi tersebut melalui salah satu relawan bencana di desa tersebut.
Met Metry, salah satu relawan bencana Desa Golo Lijun, mengungkapkan terkait peristiwa yang tampak dalam video viral itu sebenarnya pelaku bukan masyaraka.
“Pelaku yang menginjak itu adalah salah satu oknum di RT 001 Nangalok Desa Golo Lijun. Ia juga ngaku sebagai wartawan dari salah satu media,” ungkap Metry saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa pagi.
Ia mengatakan, mie yang diinjak tersebut merupakan bantuan dari Pemda Matim.
“Kebetulan saya adalah salah satu relawan desa kaka. Kami yang membagikan bantuan tersebut ke 10 RT, Tapi sampai di RT 001 Nangalok,malahan bantuan yg kami bawa diinjak-injak,” katanya.
Ia menyebutkan, kejadian menginjak-injak bantuan tersebut bukan baru pertama kali terjadi. Oknum warga itu berkeinginan agar semua bantuan difokuskan di poskonya.
“Ini kali kedua dia injak bantuan. Dia juga selalu komplain dengan bantuan,” ujar dia.
Sementara itu, Kepala Desa Golo Lijun, Yovita Mbaju, sangat menyesali tindakan oknum warga tersebut.
Menurut dia, pemerintah desa Golo Lijun telah berupaya maksimal membagikan bantuan secara merata kepada masyarakat melalui 10 RT yang ada di desa tersebut. Semua bantuan yang diterima pemerintah desa didistribusikan kepada setiap RT untuk selanjutnya dibagikan kepada kepala keluarga.
“Pembagian itu sudah adil menurut pemerintah desa, karena dibagi ke 10 RT di Desa Golo Lijun. Di RT dibagi lagi kepada masing-masing KK,” ujar Yovita.
Ia menyebut warga yang terlihat dalam video tersebut merupakan seorang warga berinisial SSA. Menurut Yovita, tindakan itu dilakukan karena yang bersangkutan merasa tidak puas terhadap bantuan yang diterimanya.
Ia pun sangat menyayangkan tindakan tersebut. Sebab, pemerintah dan berbagai pihak telah bekerja keras untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Desa Golo Lijun hingga kini masih membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pascagempa.
Ia meminta agar tindakan yang dilakukan oleh salah satu warga tersebut tidak dijadikan gambaran mengenai kondisi seluruh masyarakat Desa Golo Lijun.
“Saya meminta maaf kepada BNPB, Pemda Manggarai Timur, pihak kecamatan serta semua pihak yang sudah dengan caranya masing-masing menyalurkan bantuan kepada masyarakat Golo Lijun,” ujarnya.
Dirinya pun mengimbau semua masyarakat untuk menghargai bantuan yang diberikan serta menyampaikan keluhan melalui jalur yang tepat apabila terdapat persoalan dalam pembagian bantuan.
“Kami masyarakat Golo Lijun masih sangat membutuhkan bantuan pascagempa. Saya berharap untuk tidak usah merespons tindakan yang dilakukan oleh salah satu oknum yang bisa menghancurkan nama desa hingga nama pemerintah daerah,” imbuh dia.
Kontributor: Nansi Taris

