Ende, VoxNTT.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena memastikan penanganan dampak gempa Flores terus berlanjut meski masa tanggap darurat nantinya berakhir.
Pemerintah daerah diminta mempercepat pendataan kerusakan, pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan, hingga persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Gempa boleh mengguncang, tapi jangan sampai ada warga yang tertinggal,” kata Melkiades saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Gempa Flores bersama Pemerintah Kabupaten Ende di SMAK Frateran Ndao, Selasa malam, 9 September 2026.
Menurut dia, kebutuhan dasar masyarakat terdampak secara umum masih aman. Aktivitas sekolah juga mulai berjalan. Namun, pemerintah masih memiliki sejumlah pekerjaan yang harus segera diselesaikan.
“Kebutuhan dasar secara umum aman. Sekolah juga mulai berjalan. Tapi pekerjaan kita belum selesai,” ujarnya.
Melkiades menyebut masih ada sejumlah wilayah yang belum terjangkau secara maksimal. Selain itu, tujuh puskesmas masih membutuhkan tenda untuk mendukung pelayanan kesehatan.
Ia meminta seluruh proses tersebut dipercepat dan memastikan tidak ada data warga terdampak yang terlewat. Penyaluran bantuan juga harus dilakukan berdasarkan data yang akurat.
“Saya minta semuanya dipercepat. Tidak boleh ada data warga yang tercecer. Tidak boleh ada bantuan yang terlewat,” ujar Melkiades.
Pemerintah, kata dia, juga harus mulai mempersiapkan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi. Penanganan tidak hanya difokuskan pada pembangunan kembali rumah warga, tetapi juga perbaikan infrastruktur dan pemulihan aktivitas ekonomi.
“Kita juga harus mulai menyiapkan rehabilitasi dan rekonstruksi. Rumah dibangun kembali, jalan diperbaiki, irigasi dipulihkan, dan ekonomi rakyat harus kembali bergerak,” katanya.
Melkiades mengatakan pemulihan harus mencakup seluruh kelompok masyarakat yang terdampak, termasuk petani, nelayan, pelaku usaha kecil, mahasiswa, anak-anak, dan para ibu.
“Petani, nelayan, pelaku usaha kecil, mahasiswa, anak-anak, dan para ibu—semuanya harus mendapat perhatian,” ujarnya.
Menurut dia, keberhasilan pemulihan tidak semata-mata diukur dari kembali berdirinya bangunan yang rusak akibat gempa. Pemerintah harus memastikan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat kembali berjalan.
“Karena pemulihan bukan hanya soal bangunan yang berdiri kembali. Pemulihan adalah ketika kehidupan masyarakat kembali berjalan,” kata Melkiades.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam seluruh proses penanganan bencana. Aparat penegak hukum diminta turut terlibat agar penggunaan dan penyaluran bantuan dapat dipastikan tepat sasaran.
“Saya juga menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas. Semua pihak harus bekerja bersama, termasuk aparat penegak hukum, agar setiap bantuan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Ende, Sekretaris Daerah Ende, unsur perangkat daerah, kepala sekolah, serta guru dari jenjang TK, SD, SMP, dan SMA.
Melkiades berharap sebanyak mungkin kebutuhan masyarakat dan kerusakan akibat gempa dapat ditangani sebelum Natal.
“Semoga sebelum Natal, sebanyak mungkin kebutuhan dan kerusakan dapat kita tangani,” katanya.
Ia menegaskan pemerintah akan terus melanjutkan penanganan bersama pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait.
“Kita terus bergerak. Kita terus perbaiki. Dan kita pastikan tidak ada masyarakat terdampak yang tertinggal. Ende, kita jalan bersama. Flores, kita pulih bersama.” [VoN]

